Alarm Terakhir Sebelum Terlambat, Membaca Masa Depan Pendidikan dari TKA 2025
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Hasil TKA 2025 dapat dipandang sebagai alarm terakhir sebelum pendidikan Indonesia benar benar tertinggal. Kesamaan dengan temuan PISA menunjukkan bahwa masalah telah berlangsung lama. Peringatan demi peringatan sebelumnya belum menghasilkan perubahan signifikan. Kini, data nasional mempertegas urgensi situasi. Pendidikan berada pada titik kritis yang menentukan arah masa depan. Jika alarm ini kembali diabaikan, konsekuensinya akan semakin berat. Angka angka tersebut bukan sekadar laporan, melainkan proyeksi masa depan. Setiap keterlambatan merespons akan berdampak jangka panjang. TKA 2025 menghadirkan momen penentuan. Inilah saat untuk memilih antara perubahan atau stagnasi.
Masa depan pendidikan sangat bergantung pada kemampuan bernalar generasi muda. Data menunjukkan bahwa kemampuan ini belum berkembang optimal. Pembelajaran masih terlalu fokus pada penguasaan materi. Proses berpikir tingkat tinggi kurang mendapat ruang. Akibatnya, peserta didik kesulitan menghadapi persoalan kompleks. PISA telah lama memperingatkan kondisi ini. TKA 2025 memperkuat pesan tersebut. Alarm ini menuntut perubahan pendekatan belajar.
Literasi dan numerasi sebagai fondasi berpikir juga berada dalam kondisi rentan. Membaca belum sepenuhnya menjadi alat refleksi. Numerasi masih dipahami sebagai kemampuan menghitung, bukan bernalar. Pembelajaran yang terfragmentasi menghambat integrasi kedua kemampuan ini. TKA 2025 menampilkan dampak dari pendekatan tersebut. Masa depan pendidikan bergantung pada penguatan fondasi ini. Tanpa itu, kemampuan adaptif sulit berkembang.
Ketimpangan mutu pendidikan memperumit tantangan masa depan. Perbedaan akses dan kualitas pembelajaran menciptakan jurang capaian. Jurang ini berpotensi memperlebar ketimpangan sosial. Pendidikan seharusnya menjadi alat mobilitas, bukan reproduksi ketidakadilan. TKA 2025 memperlihatkan bahwa tantangan pemerataan masih besar. Alarm ini menuntut kebijakan yang lebih berpihak. Masa depan yang adil hanya mungkin dengan pendidikan yang merata.
Perubahan yang dibutuhkan tidak bisa bersifat reaktif. Pendidikan memerlukan visi jangka panjang yang konsisten. Kebijakan harus selaras dengan praktik pembelajaran. Asesmen perlu dimaknai sebagai alat pembaruan. Data harus diterjemahkan menjadi strategi nyata. TKA 2025 memberi dasar untuk perumusan visi tersebut. Alarm ini mengingatkan bahwa waktu semakin terbatas.
Masa depan pendidikan juga ditentukan oleh keberanian untuk meninggalkan pendekatan lama. Pembelajaran harus memberi ruang eksplorasi dan refleksi. Peserta didik perlu dilatih untuk berpikir, bukan sekadar mengingat. Pendidikan harus membangun kapasitas adaptif. TKA 2025 menantang semua pihak untuk berani berubah. Alarm ini memanggil kesadaran kolektif.
Ketika alarm terakhir berbunyi, pilihan menjadi jelas. Pendidikan Indonesia tidak kekurangan data, tetapi membutuhkan keberanian. TKA 2025 dan PISA telah memberi peringatan yang konsisten. Masa depan bergantung pada respons hari ini. Mengabaikan alarm berarti mempertaruhkan generasi mendatang. Menjawabnya membuka peluang transformasi. Inilah momen penentuan pendidikan Indonesia.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah