Algoritma YouTube dan Kebiasaan Menonton Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Algoritma YouTube memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan jenis video yang muncul di beranda pengguna. Sistem rekomendasi ini bekerja dengan membaca riwayat tontonan, durasi menonton, serta interaksi pengguna terhadap konten tertentu, seperti memberi tanda suka atau menonton hingga selesai. Pada anak, mekanisme ini membuat mereka terus terpapar video dengan tema yang serupa, sehingga ruang eksplorasi konten menjadi semakin sempit dan berulang. Akibatnya, anak cenderung mengikuti alur tontonan yang dibentuk oleh sistem, bukan berdasarkan pilihan yang disadari sepenuhnya.
Keberadaan fitur autoplay semakin memperkuat kebiasaan menonton tanpa jeda. Setelah satu video selesai diputar, video berikutnya akan berjalan secara otomatis tanpa perlu persetujuan pengguna. Bagi anak, kondisi ini sering kali membuat waktu menonton menjadi sulit dikendalikan karena mereka tidak memiliki batasan yang jelas antara satu video dan video lainnya. Tanpa perencanaan waktu yang matang, aktivitas menonton dapat berlangsung lebih lama dari yang seharusnya, sehingga menggeser waktu untuk kegiatan lain yang lebih produktif.
Situasi tersebut menuntut adanya penguatan literasi digital agar anak memahami bagaimana platform digital bekerja. Anak perlu diberi pemahaman bahwa konten yang muncul bukanlah sesuatu yang kebetulan, melainkan hasil dari sistem algoritma yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna. Dengan literasi digital yang baik, anak diharapkan mampu bersikap lebih sadar dalam memilih tontonan, memahami dampak kebiasaan menonton berlebihan, serta memiliki kemampuan untuk mengatur waktu penggunaan media digital secara mandiri.
Permasalahan kebiasaan menonton ini berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena penggunaan media digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang seimbang dan kondusif. Pengelolaan waktu layar menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan hiburan, kesehatan, dan proses pembelajaran anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran digital menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan menonton yang sehat dan bertanggung jawab. Anak perlu dibimbing untuk mengenali batasan diri, memahami tujuan penggunaan media digital, serta mampu menghentikan aktivitas menonton ketika sudah mencapai batas waktu yang ditentukan. Dengan kesadaran dan pendampingan yang tepat, YouTube dapat dimanfaatkan secara lebih positif tanpa mengorbankan kesehatan, fokus belajar, dan kualitas aktivitas harian anak.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa