Anak SD Belajar IPAS Lewat Eksperimen Balon dan Gaya Dorong
Pembelajaran fisika di sekolah dasar kini dikemas lebih menyenangkan melalui eksperimen sederhana. Salah satu kegiatan yang digemari siswa adalah membuat roket balon untuk memahami konsep gaya dorong dan tekanan udara.
Guru memanfaatkan alat sederhana seperti tali, sedotan, dan balon untuk menjelaskan prinsip sains yang kompleks secara mudah. Saat balon dilepaskan, anak-anak dapat melihat langsung bagaimana udara yang keluar menghasilkan gaya dorong.
Kegiatan ini membantu siswa menghubungkan teori dengan kehidupan nyata. Mereka belajar bahwa sains bukan hanya rumus, tetapi juga dapat diamati dan diuji melalui percobaan.
Selain belajar fisika, kegiatan ini juga melatih kolaborasi dan tanggung jawab. Anak bekerja sama dalam kelompok untuk menyiapkan bahan, melakukan uji coba, dan mencatat hasil pengamatan.
Eksperimen sederhana seperti ini tidak hanya menumbuhkan minat terhadap sains, tetapi juga menanamkan sikap ilmiah: ingin tahu, teliti, dan tidak mudah menyerah ketika hasil tidak sesuai harapan.