Analisis Data Cuaca dan Prediksi Cuaca Besok untuk Konservasi Air
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Siswa SD di Surabaya terlibat dalam proyek konservasi air yang menuntut mereka menganalisis data cuaca dan memprediksi cuaca besok untuk mengatur irigasi kebun sekolah. Proyek ini mengajarkan manajemen sumber daya alam (SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi) melalui pembelajaran berbasis data. Siswa mencatat intensitas hujan dari cuaca harian dan membandingkannya dengan perkiraan cuaca besok.
Kegiatan ini secara langsung menghubungkan pembelajaran sains dengan Aksi Iklim (SDG 13). Dengan memprediksi cuaca besok, siswa belajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab, seperti menunda penyiraman jika perkiraan menunjukkan hujan deras. Ini adalah pelajaran praktis tentang efisiensi penggunaan air yang penting bagi keberlanjutan.
Guru menggunakan tabel dan grafik sederhana untuk membantu siswa memvisualisasikan data cuaca yang telah mereka kumpulkan. Anak-anak belajar bahwa perilaku cuaca yang tidak menentu memerlukan perencanaan yang matang. Kemampuan menganalisis data ini adalah keterampilan penting dari Pendidikan Berkualitas (SDG 4).
Proyek ini mengharuskan setiap kelompok membuat jadwal irigasi mingguan berdasarkan prediksi cuaca besok. Kesalahan dalam prediksi cuaca atau manajemen air dievaluasi bersama untuk perbaikan minggu berikutnya. Proses ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan ketelitian.
Sekolah berharap proyek ini dapat membentuk kebiasaan konservasi air sejak usia dini. Integrasi prediksi cuaca besok dalam kegiatan praktis membuktikan bahwa isu lingkungan dapat diajarkan secara menarik dan relevan di tingkat Pendidikan Dasar.
###
Penulis: Anisa Rahmawati