Antusiasme Anak SD Terhadap Teknologi Tumbuh dari Pengalaman Langsung
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Minat belajar anak sering kali dipengaruhi
oleh cara pengalaman diberikan. Teknologi yang hanya dijelaskan secara teori
mudah terasa abstrak. Sebaliknya, pengalaman langsung membangkitkan rasa ingin
tahu. Pengenalan coding dan robotika mini memberi pengalaman konkret. Anak
melihat, menyentuh, dan mencoba. Proses ini membangun keterlibatan emosional.
Antusiasme tumbuh dari pengalaman nyata.
Ketika anak
berinteraksi langsung dengan perangkat sederhana, teknologi menjadi lebih
bersahabat. Anak tidak merasa takut atau terintimidasi. Mereka melihat
teknologi sebagai alat bermain yang bermakna. Kesalahan menjadi bagian dari
permainan. Anak belajar tanpa tekanan. Proses belajar terasa alami.
Antusiasme
juga muncul dari rasa pencapaian. Setiap keberhasilan kecil dirayakan dengan
kegembiraan. Anak merasa usahanya membuahkan hasil. Pengalaman ini memperkuat
motivasi intrinsik. Anak ingin mencoba lebih jauh. Minat belajar berkembang
secara mandiri.
Media sosial
yang menampilkan eksperimen teknologi anak turut memicu rasa ingin tahu. Anak
melihat bahwa teknologi dapat dieksplorasi. Pengalaman langsung di kelas
memperdalam inspirasi tersebut. Anak tidak hanya menonton, tetapi menciptakan.
Teknologi menjadi alat ekspresi.
Dengan
pendekatan pengalaman langsung, pembelajaran teknologi menjadi hidup.
Antusiasme anak bersifat aktif dan berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya
menyampaikan informasi. Ia menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Anak
pun siap melangkah ke masa depan teknologi.
Penulis: Resinta Aini Z.