Aplikasi cuaca sebagai sumber grafik suhu
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Aplikasi cuaca telah menjadi sumber informasi suhu yang mudah diakses oleh siswa maupun guru. Melalui data suhu harian, aplikasi cuaca menyediakan grafik yang merekam perubahan suhu dari waktu ke waktu. Grafik ini memungkinkan siswa untuk memahami tren kenaikan dan penurunan suhu secara visual. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi nyata.
Penggunaan grafik suhu dalam pembelajaran matematika maupun IPAS memberi kesempatan bagi siswa untuk menganalisis data secara langsung. Siswa dapat mengamati pola, kemudian menarik kesimpulan tentang faktor yang mempengaruhi perubahan suhu. Guru dapat mengaitkan materi ini dengan pengetahuan tentang iklim dan cuaca lokal. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna.
Aplikasi cuaca juga membantu siswa belajar membaca grafik secara sistematis. Mereka dapat membedakan sumbu X dan sumbu Y serta memahami konsep rentang nilai suhu. Dengan melihat grafik, siswa belajar menafsirkan informasi tanpa harus banyak membaca teks. Keterampilan ini penting sebagai bekal literasi data di masa depan.
Selain itu, aplikasi cuaca dapat dijadikan alat evaluasi pembelajaran berbasis data. Guru dapat meminta siswa mencatat suhu selama beberapa hari dan mengubahnya menjadi grafik sendiri. Dari hasil tersebut, siswa kemudian menjelaskan tren yang mereka temukan. Metode ini mendorong siswa berpikir kritis dan komunikatif.
Secara keseluruhan, pemanfaatan aplikasi cuaca sebagai sumber grafik suhu mendukung pembelajaran modern dan interaktif. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolahnya menjadi pengetahuan. Pemahaman mereka terhadap data lingkungan menjadi lebih baik. Dengan cara ini, teknologi benar-benar menjadi mitra belajar yang efektif di sekolah dasar.
###
Penulis: Sabila Widyawati