Bahasa Ibu dan Identitas Anak di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Anak-anak sekolah dasar datang ke sekolah dengan latar bahasa yang beragam. Bahasa ibu menjadi bagian dari identitas mereka. Namun, bahasa ibu sering terpinggirkan di ruang kelas. Sekolah lebih menekankan bahasa nasional atau asing. Pendidikan dasar menghadapi dilema identitas.
Anak yang tidak terbiasa dengan bahasa pengantar sekolah sering mengalami kesulitan belajar. Mereka dianggap lambat atau kurang mampu. Padahal, masalahnya adalah perbedaan bahasa. Pendidikan dasar perlu memahami konteks linguistik anak. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi.
Mengabaikan bahasa ibu bisa berdampak pada kepercayaan diri anak. Anak merasa identitasnya tidak dihargai. Sekolah menjadi ruang asing bagi mereka. Padahal, pendidikan dasar seharusnya inklusif. Bahasa ibu bisa menjadi jembatan belajar.
Penggunaan bahasa ibu tidak berarti menolak bahasa nasional. Keduanya bisa berjalan beriringan. Pembelajaran berbasis multibahasa terbukti membantu pemahaman anak. Pendidikan dasar perlu berani berinovasi. Bahasa adalah kekayaan, bukan hambatan.
Menguatkan peran bahasa ibu di sekolah dasar berarti menguatkan identitas anak. Anak yang percaya diri akan lebih mudah belajar. Pendidikan dasar harus menghargai keragaman linguistik. Dari bahasa, anak belajar menghargai dirinya. Sekolah menjadi ruang yang memanusiakan.
###
Penulis: Aida Meilina