Belajar Bahasa Asing Secara Kolaboratif dengan Fitur Translate di Kelas Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Belajar bahasa asing sering kali dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar karena mereka masih berada pada tahap awal perkembangan literasi. Namun dengan bantuan fitur translate, proses ini dapat menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Siswa tidak lagi merasa terbebani ketika menemukan kata yang tidak mereka pahami. Mereka bisa langsung menerjemahkan dan mendapatkan gambaran umum maknanya. Dari sini, pembelajaran menjadi lebih terbuka dan tidak menakutkan bagi mereka.
Dalam pembelajaran kolaboratif, fitur translate dapat menjadi alat yang sangat membantu. Misalnya, guru meminta siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menerjemahkan sebuah dialog sederhana. Setiap siswa mendapat bagian berbeda sehingga mereka harus saling bekerja sama. Kegiatan ini membuat siswa tidak hanya belajar bahasa asing, tetapi juga belajar berkomunikasi dan mendengarkan satu sama lain. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan inklusif.
Saat bekerja bersama, siswa juga belajar bahwa hasil terjemahan teknologi tidak selalu sempurna. Mereka perlu mendiskusikan apakah terjemahan tersebut sudah tepat atau perlu diperbaiki. Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah secara kelompok. Guru dapat memfasilitasi dengan memberikan contoh atau memperbaiki bagian yang masih membingungkan. Dengan cara ini, siswa belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Fitur translate juga memungkinkan siswa membandingkan kosakata dari beberapa bahasa sekaligus. Kegiatan ini dapat menjadi pengalaman menarik karena mereka melihat bagaimana satu kata dapat memiliki bentuk yang berbeda di berbagai budaya. Pembelajaran seperti ini membuka wawasan mereka tentang keragaman bahasa di dunia. Selain itu, siswa menjadi lebih peka terhadap budaya lain karena mulai memahami bagaimana orang dari negara berbeda berkomunikasi. Ini menjadi dasar penting dalam menumbuhkan sikap saling menghormati.