Belajar Cerdas dan Beretika: Pemanfaatan ChatGPT dalam Pembelajaran Berbasis SDGs di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —ChatGPT dapat menjadi sumber belajar yang bermanfaat bagi siswa sekolah dasar jika digunakan dalam konteks pembelajaran yang tepat. Teknologi ini memungkinkan anak mencari jawaban, penjelasan konsep, ataupun contoh yang relevan dengan materi sekolah. Penggunaan ChatGPT dapat membantu guru memperkaya strategi pembelajaran, terutama ketika siswa membutuhkan penjelasan lanjutan atau variasi penjelasan. Dengan demikian, ChatGPT berfungsi sebagai media tambahan yang mendukung pembelajaran mandiri siswa. Teknologi ini membuat belajar menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses.
Salah satu manfaat penggunaan ChatGPT adalah membantu anak memahami materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Anak dapat bertanya mengenai topik seperti kebersihan lingkungan, pentingnya menghemat air, atau cara menjaga kesehatan tubuh. Jawaban yang diberikan dapat membantu siswa memahami bahwa pelajaran tidak hanya terdapat dalam buku, tetapi juga diterapkan dalam rutinitas harian. Dengan demikian, pembelajaran menjadi pengalaman yang nyata dan bermakna bagi siswa. Mereka belajar bahwa pengetahuan adalah panduan untuk bertindak dengan bijak dalam kehidupan.
Penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran juga dapat membantu memperkuat nilai pendidikan karakter dan etika digital. Anak dapat diarahkan untuk menggunakan teknologi dengan sopan, bertanggung jawab, dan tidak bergantung sepenuhnya padanya. Guru dapat menjadikan penggunaan ChatGPT sebagai bagian dari pembelajaran kritis, di mana siswa membandingkan jawaban dari berbagai sumber. Dengan cara ini, anak belajar menilai informasi secara bijak, bukan hanya menerima apa adanya. Hal tersebut membantu membangun literasi digital dan sikap bijaksana dalam berteknologi.
Pembelajaran berbasis SDGs dapat diintegrasikan melalui percakapan yang membahas isu-isu global seperti kelestarian alam, kesetaraan, dan pendidikan bagi semua. ChatGPT dapat memberikan contoh tindakan sederhana yang dapat dilakukan anak untuk ikut berkontribusi dalam menjaga bumi. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang secara hemat, atau membantu teman yang membutuhkan. Melalui pendekatan ini, anak memahami bahwa mereka memiliki peran dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Nilai keberlanjutan pun dapat tertanam sejak dini.
Pada akhirnya, ChatGPT dapat menjadi alat yang membantu anak belajar cerdas sekaligus beretika dalam menggunakan teknologi. Teknologi ini dapat memperkuat pembelajaran, melatih berpikir kritis, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menggunakan informasi digital. Dengan pendampingan guru dan orang tua, ChatGPT menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang modern dan humanis. Anak memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk belajar, berbagi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sosial. Dengan demikian, ChatGPT dapat mendukung arah pendidikan yang relevan, berkelanjutan, dan sesuai perkembangan zaman. Penulis: Della Octavia Citra Lestari Sumber: AI