Belajar Etika Digital Lewat YouTube: Menonton, Menyimpan, dan Berkomentar dengan Santun
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya—Anak-anak semakin akrab dengan YouTube sebagai sumber hiburan dan pembelajaran. Namun, penggunaan platform ini perlu disertai pemahaman tentang etika digital agar anak mampu menggunakan internet dengan bijaksana. Etika digital mencakup cara menonton dengan penuh tanggung jawab, memilih konten yang sesuai, serta menghormati pembuat konten. Siswa perlu belajar bahwa YouTube bukan hanya tempat menonton, tetapi juga ruang interaksi. Dengan demikian, pendidikan digital menjadi penting sejak dini.
Belajar menonton dengan santun berarti anak perlu memahami batas waktu menonton sesuai aturan orang tua atau guru. Selain itu, anak perlu belajar memilih konten yang memiliki nilai edukasi dan tidak mengandung unsur kekerasan atau ujaran kebencian. Guru dan orang tua dapat membuat daftar kanal edukatif sebagai alternatif tontonan. Dengan pembiasaan, anak akan mampu memilih konten yang baik secara mandiri. Kebiasaan ini akan membantu membangun literasi digital yang sehat.
Selain menonton, anak juga perlu belajar etika dalam menyimpan atau membagikan konten. Tidak semua video boleh diunduh atau dibagikan tanpa izin pencipta. Guru dapat menjelaskan bahwa konten memiliki hak cipta yang harus dihormati. Dengan demikian, anak belajar menghargai karya orang lain dan memahami konsekuensi dari tindakan digital. Pendidikan ini melatih anak untuk bertindak sopan dalam dunia maya.
Bagian penting lain dari etika digital adalah memberi komentar dengan santun. Anak perlu belajar memilih kata yang baik, tidak menyerang, dan tidak mempermalukan orang lain. Guru dapat memberikan contoh kalimat komentar yang positif dan bermanfaat. Dengan latihan, anak terbiasa memberi respon yang membangun dan menghargai perbedaan pendapat. Sikap ini memperkuat budaya komunikasi yang sehat dan beradab.
Pembelajaran etika digital melalui YouTube memerlukan pendampingan dari guru dan orang tua sebagai role model. Mereka dapat menunjukkan cara menggunakan platform dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dengan bimbingan yang konsisten, anak akan tumbuh menjadi pengguna digital yang cerdas, sopan, dan penuh empati. Etika digital bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kebiasaan yang terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, YouTube menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak di era teknologi.