Belajar Font Sambil Belajar Emosi: Canva Mengajarkan Nuansa dalam Tulisan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya—Tulisan bukan hanya sekadar kumpulan kata, tetapi juga memiliki nuansa yang dapat dirasakan oleh pembaca. Canva menyediakan berbagai jenis font yang dapat digunakan anak untuk menyampaikan ekspresi tertentu dalam desain mereka. Dengan memilih font, anak belajar bahwa setiap bentuk huruf memiliki arti dan suasana yang berbeda. Pembelajaran ini membantu anak memahami bahwa komunikasi visual juga dapat menyampaikan perasaan. Proses ini menghubungkan bahasa dengan estetika.
Anak dapat diminta membandingkan antara font tebal, tipis, melengkung, atau bergaya formal. Mereka mulai mengenali bahwa font tertentu cocok untuk undangan, sementara font lain lebih tepat untuk poster anak-anak. Pemahaman mengenai konteks penggunaan font melatih anak berpikir kritis dalam desain. Hal ini membantu mereka memahami hubungan antara pesan dan bentuk visual. Dengan cara ini, desain bukan lagi aktivitas acak, tetapi penuh pertimbangan.
Selain itu, pembelajaran font dapat dikaitkan dengan eksplorasi emosi. Anak dapat diminta memilih font yang menggambarkan kata “bahagia,” “marah,” atau “tenang.” Kegiatan ini membantu anak menyadari bahwa emosi dapat diekspresikan bukan hanya melalui kata, tetapi juga melalui bentuk. Dengan demikian, Canva membantu memperluas pemahaman anak tentang komunikasi emosional. Proses ini memperhalus kemampuan estetika sekaligus empati.
Guru dapat melanjutkan kegiatan ini dengan meminta anak membuat poster sederhana berisi satu kalimat motivasi. Poster tersebut kemudian dibagikan kepada teman dan dilihat apakah desain font sesuai dengan isi pesannya. Kegiatan ini melatih pemahaman audiens serta kemampuan memberikan dan menerima umpan balik. Anak belajar bahwa desain yang baik harus mempertimbangkan orang yang akan melihatnya. Dengan demikian, kemampuan sosial dan estetis berkembang bersamaan.
Pada akhirnya, belajar font melalui Canva bukan sekadar pelajaran visual, tetapi juga pelajaran tentang komunikasi emosi dan makna. Anak memahami bahwa huruf dapat berbicara melalui bentuknya, bukan hanya melalui kata yang dibentuknya. Kesadaran ini akan membantu mereka menjadi komunikator visual yang lebih sensitif terhadap konteks. Dengan latihan yang konsisten, anak akan semakin mahir menyampaikan pesan melalui desain. Canva menjadi ruang belajar yang penuh eksplorasi makna.