Belajar Lewat YouTube, Siswa Sekolah Dasar Siap Wujudkan SDGs: Education for a Better Future!
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Di era digital
saat ini, YouTube bukan hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga sumber
pembelajaran yang luar biasa bagi siswa Sekolah Dasar. Banyak guru kreatif di
Indonesia yang mulai memanfaatkan YouTube sebagai media belajar interaktif
untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Melalui video
pembelajaran yang penuh warna dan animasi, siswa lebih mudah memahami konsep
yang sulit. Tidak heran, kini banyak kelas di SD yang menggunakan YouTube untuk
menjelaskan berbagai topik, mulai dari sains hingga matematika, dengan cara
yang membuat anak-anak berkata, “Learning is fun!”
Pemanfaatan YouTube di dunia pendidikan ternyata selaras
dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin
ke-4 yaitu Quality Education. Melalui platform ini, kesenjangan
pendidikan dapat dikurangi karena video pembelajaran bisa diakses oleh siapa
pun, kapan pun, dan di mana pun. Siswa dari berbagai daerah, termasuk yang
berada di pelosok, kini dapat menikmati pembelajaran berkualitas tanpa harus
bergantung pada buku teks semata. Dengan cara ini, YouTube berperan sebagai
jembatan digital menuju pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua
anak Indonesia.
Tidak hanya untuk siswa, YouTube juga membantu guru dalam
mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif. Guru dapat mencari inspirasi,
berbagi pengalaman, bahkan mengunggah video hasil karya sendiri untuk dibagikan
kepada rekan pendidik di seluruh dunia. Kolaborasi antar guru melalui dunia
digital ini sejalan dengan semangat SDGs yang menekankan kerja sama global.
“Dengan YouTube, guru bisa menjadi global educator,” ujar salah satu
guru SD di Surabaya yang aktif membuat konten edukatifnya.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan
YouTube juga melatih siswa dalam berpikir kritis dan kreatif. Saat menonton
video pembelajaran, anak-anak didorong untuk mengamati, menanyakan, dan
mendiskusikan informasi yang mereka lihat. Beberapa sekolah bahkan telah
membuat proyek kecil di mana siswa diminta membuat video edukatif sederhana
sebagai tugas kelompok. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat pemahaman mereka
terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan komunikasi dan kerja sama nilai
penting yang mendukung tercapainya SDGs di bidang pendidikan dan pembangunan
karakter.
Dengan semua manfaat tersebut, tak heran jika YouTube
kini disebut sebagai “the new classroom window to the world.” Melalui
platform ini, pembelajaran menjadi lebih terbuka, kolaboratif, dan
menyenangkan. Sekolah Dasar di Indonesia kini tengah melangkah menuju masa
depan pendidikan yang lebih cerdas, kreatif, dan berkelanjutan. Dengan semangat
SDGs dan teknologi digital seperti YouTube, cita-cita untuk menciptakan
generasi emas Indonesia yang berwawasan global bukan lagi impian, melainkan
kenyataan yang mulai terwujud di ruang-ruang kelas kita hari ini.
###
Penulis:
Nindiana Eva Rosa Amalia
Dokumentasi:
Canva