Belajar Matematika Jadi Seru dengan Pendekatan Kreatif Berbasis STEAM
Matematika sering dianggap sulit oleh siswa SD, namun pendekatan STEAM mampu mengubah pandangan itu. Guru mengintegrasikan seni dan teknologi dalam pembelajaran matematika agar anak lebih mudah memahami konsep.
Salah satu contohnya adalah membuat mozaik geometris dari kertas warna atau desain pola simetri menggunakan aplikasi digital. Aktivitas ini membuat anak memahami konsep bentuk, ukuran, dan pola dengan cara visual dan menyenangkan.
Kegiatan seperti ini juga meningkatkan konsentrasi dan ketelitian siswa. Mereka belajar menghitung sambil berkreasi, menggabungkan unsur logika dan estetika secara harmonis.
Guru mengakui bahwa metode STEAM membuat siswa lebih aktif dan berani bereksperimen. Anak-anak lebih cepat memahami konsep karena terlibat langsung dalam proses kreatif.
Dengan pendekatan ini, matematika tidak lagi menjadi momok, melainkan kegiatan yang menggembirakan dan menantang imajinasi siswa.