Belajar Visual, Belajar Bermakna: Manfaat Canva untuk Anak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Di tengah berkembangnya teknologi pendidikan, ada satu alat digital yang semakin sering muncul di ruang-ruang kelas: Canva. Platform desain yang awalnya populer untuk konten media sosial ini kini berubah menjadi salah satu sahabat terbaik guru sekolah dasar. Bukan hanya karena tampilannya yang ramah pemula, tetapi karena Canva menghadirkan cara baru untuk membuat pembelajaran lebih kreatif, menarik, dan tidak membosankan. Bagi siswa sekolah dasar yang tumbuh di era visual dan digital, pembelajaran yang hanya mengandalkan buku teks sering kali terasa kurang menggugah. Anak-anak sekarang terbiasa melihat warna, bentuk, animasi, dan desain menarik. Di sinilah Canva menjadi jembatan: ia membantu guru mengolah materi biasa menjadi visual yang luar biasa tanpa harus menjadi desainer profesional.
Canva memberikan ruang bermain yang aman bagi guru maupun siswa. Guru bisa membuat poster, kartu kosa kata, komik edukasi, papan cerita, ataupun presentasi dengan sangat mudah. Fitur drag-and-drop membuat proses desain intuitif, bahkan untuk guru yang baru pertama kali mencoba. Sementara itu, siswa dapat diajak berkreasi membuat kartu ucapan, mind map, kolase gambar, jurnal belajar, hingga portofolio digital. Dalam proses ini, mereka bukan hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan secara visual, mengatur komposisi, memilih warna, dan berpikir kreatif.
Di ruang kelas, Canva juga membuka pintu kolaborasi. Siswa bisa bekerja dalam kelompok kecil membuat poster kampanye kebersihan sekolah, membuat infografis tentang cuaca, atau membuat sampul buku cerita hasil karangan mereka sendiri. Aktivitas seperti ini melatih komunikasi, kerja sama, dan keberanian mengekspresikan diri keterampilan penting abad ke-21. Yang menarik, Canva tidak hanya mempermudah pembelajaran; ia juga memperkaya pengalaman belajar. Anak-anak merasa bangga ketika hasil desain mereka dipajang di kelas atau dibagikan secara digital kepada orang tua. Mereka merasa bahwa suara dan kreativitas mereka dihargai. Pembelajaran pun lebih bermakna karena anak terlibat langsung dalam proses mencipta, bukan hanya menerima.
Dari sisi guru, Canva membantu menghemat waktu. Tidak perlu lagi membuat materi dari nol; Canva menyediakan ribuan template siap pakai yang bisa disesuaikan. Guru dapat membuat LKPD menarik, rubrik penilaian, banner kelas, hingga sertifikat kegiatan dengan cepat. Hal ini sangat membantu guru sekolah dasar yang sering multitugas. Lebih jauh lagi, Canva mengajarkan literasi digital yang aman dan positif kepada anak. Di tengah banyaknya platform yang tidak ramah anak, Canva memberikan ruang yang lebih terkendali dan fokus pada kreativitas, bukan konsumsi konten pasif. Anak belajar bahwa teknologi tidak hanya untuk bermain, tetapi juga untuk berkarya.
Pada akhirnya, kehadiran Canva di pendidikan dasar menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat pemberdaya. Dengan pendekatan yang tepat, Canva bukan hanya tentang desain, tetapi tentang bagaimana guru dan siswa bersama-sama menciptakan pembelajaran yang lebih visual, lebih kreatif, dan lebih menyenangkan. Dalam dunia pendidikan yang berubah cepat, Canva hadir seperti sebuah kanvas besar menunggu untuk diisi oleh warna-warna imajinasi guru dan anak-anak. Dan dari setiap desain yang tercipta, kita bisa melihat bagaimana kreativitas dapat menyalakan semangat belajar yang baru.
Penulis: Aida Meilina
Sumber: images.google.com