Canva dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Terjemahan Kreatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sering kali dimulai dari kosa kata sederhana dan struktur bahasa dasar. Canva dapat menjadi media yang memungkinkan siswa memvisualisasikan terjemahan secara kreatif. Misalnya, siswa dapat membuat kartu kosakata berisi gambar dan terjemahan yang mereka desain sendiri. Aktivitas ini membantu memperkuat hubungan antara kata dan maknanya. Selain itu, proses mendesain membuat siswa lebih hafal dan memahami konteks penggunaan kata.
Penggunaan Canva memungkinkan guru menerapkan metode terjemahan kreatif. Siswa tidak hanya menerjemahkan teks, tetapi juga menyajikan hasilnya dalam bentuk poster, booklet, atau komik singkat. Proses desain ini membuat siswa membaca lebih teliti dan memastikan mereka memahami makna. Guru dapat mengarahkan siswa untuk memperbaiki kesalahan terjemahan melalui revisi desain. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih bermakna dan aplikatif.
Siswa juga dapat membuat storyboard sederhana dari teks Bahasa Inggris yang mereka pelajari. Canva menyediakan ikon, karakter, dan latar yang membantu siswa menggambarkan isi cerita. Kegiatan ini membantu mengembangkan kemampuan memahami narasi secara visual. Selain itu, siswa belajar menyusun cerita secara sistematis. Aktivitas ini meningkatkan keterampilan membaca, menerjemahkan, dan menulis secara bersamaan.
Dalam pembelajaran kolaboratif, siswa dapat membuat majalah mini berisi cerita dan terjemahan. Setiap siswa memiliki peran seperti editor, ilustrator, dan penerjemah. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan kerja kelompok dan tanggung jawab. Majalah mini kemudian dapat dipresentasikan sehingga siswa melatih kemampuan berbicara. Dengan demikian, Canva memperkaya empat keterampilan berbahasa.
Canva membantu guru mengubah metode terjemahan yang sering dianggap membosankan menjadi aktivitas kreatif. Siswa merasa bahwa belajar Bahasa Inggris bukan hanya tentang menghafal kosakata, tetapi juga tentang menyampaikan kembali makna dalam bentuk desain. Pengalaman ini memperkuat literasi visual dan bahasa secara bersamaan. Pada akhirnya, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan relevan dengan dunia digital. Integrasi Canva merupakan strategi inovatif yang memperkuat kompetensi bilingual siswa.
Penulis: Aida Meilina
Sumber: images.google.com