Canva for Kids: Menjaga Keamanan Digital dan Konten yang Sesuai Usia SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Meskipun Canva sangat bermanfaat, penggunaan platform desain oleh siswa sekolah dasar harus disertai dengan pedoman ketat mengenai keamanan digital dan filter konten yang sesuai usia. Akses penuh ke seluruh perpustakaan gambar dan elemen desain yang luas berpotensi memaparkan anak-anak pada gambar atau konsep yang tidak pantas, sehingga sekolah perlu mengambil langkah proaktif.
Canva sendiri telah menyediakan fitur Canva for Education yang menawarkan lingkungan yang relatif lebih aman dan terkontrol. Fitur ini memungkinkan guru untuk mengelola kelas, memantau aktivitas siswa, dan membatasi akses ke fitur-fitur yang berpotensi mengganggu atau tidak relevan, seperti akses ke koleksi foto premium yang sangat luas. Sekolah harus memastikan bahwa siswa SD selalu menggunakan akun yang dikelola oleh sekolah/guru di bawah lisensi pendidikan ini.
Selain pengaturan teknis, pendidikan etika digital harus menjadi bagian dari kurikulum penggunaan Canva. Guru harus secara eksplisit mengajarkan siswa SD tentang apa yang boleh dan tidak boleh diunggah (upload) atau dibagikan (share). Ini mencakup pelajaran tentang privasi gambar, seperti larangan mengunggah foto pribadi yang terlalu detail atau foto orang lain tanpa izin. Penggunaan template yang telah disetujui juga membantu membatasi risiko konten yang tidak pantas.
Sekolah dan orang tua perlu berkolaborasi dalam pengawasan. Orang tua harus diberi tahu tentang proyek-proyek Canva yang dikerjakan anak mereka dan didorong untuk memantau penggunaan di rumah. Dengan adanya bridging pengawasan antara sekolah dan rumah, siswa SD akan lebih terbiasa dengan kebiasaan digital yang bertanggung jawab saat menggunakan alat kreatif.
Tujuan utama dari penggunaan Canva di SD adalah kreativitas yang aman. Dengan lingkungan yang terkontrol melalui Canva for Education dan edukasi etika digital yang kuat, sekolah dasar dapat memaksimalkan manfaat kreatif dari alat ini sambil meminimalkan risiko keamanan digital bagi siswa usia muda.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo