Canva untuk Penyusunan Majalah Kelas SD yang Kreatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Canva memungkinkan siswa menyusun majalah kelas dengan tampilan modern. Guru membagi siswa menjadi beberapa tim editorial. Ada penata layout, penulis konten, dan pencari gambar. Majalah ini berisi cerita kegiatan sekolah, puisi, serta wawancara guru. Canva mempermudah pengaturan kolom dan pemilihan warna menarik. Anak merasa seperti desainer sungguhan. Majalah menjadi karya bersama.
Pada tahap awal, guru memberi contoh desain majalah yang proporsional. Siswa mengamati ukuran font, komposisi warna, dan posisi gambar. Mereka kemudian mencoba membuat layout sendiri. Canva menyediakan banyak template untuk inspirasi desain. Anak bebas memilih gaya yang mereka sukai. Kreativitas muncul dalam variasi halaman. Majalah menjadi identitas kelas.
Konten majalah diisi dengan karya tulis siswa. Mereka menulis pengalaman belajar, cerita pendek, dan pantun lucu. Guru membantu penyuntingan agar bahasa tertata benar. Anak belajar menulis untuk pembaca yang lebih luas. Karya mereka dihargai bukan hanya di kelas tetapi juga dicetak. Canva menjaga tampilan tetap profesional. Literasi tulis meningkat.
Rubrik wawancara ditambahkan agar majalah lebih hidup. Siswa mewawancarai guru atau petugas sekolah mengenai kegiatan harian. Jawaban disusun menjadi paragraf menarik. Anak belajar bertanya dan mencatat informasi. Wawancara melatih komunikasi langsung. Majalah tampak informatif dan humanis. Canva menjadi wadah penyajian yang rapi.
Siswa memasukkan foto kegiatan sekolah ke dalam majalah. Canva memudahkan menata kolase foto. Kegiatan outing, lomba kelas, dan pameran karya tampil menarik. Orang tua dapat melihat aktivitas anak melalui majalah visual. Dokumentasi terasa lebih komunikatif. Canva menjahit kenangan belajar. Majalah menjadi cerita nyata.
Guru melakukan evaluasi desain dan tulisan setelah majalah selesai. Siswa menerima umpan balik mengenai layout dan isi. Mereka memperbaiki edisi berikutnya dengan pemahaman baru. Majalah berkembang kualitasnya setiap bulan. Kelas memiliki karya berkelanjutan. Canva membangun budaya publikasi. Kreativitas tumbuh berulang.
Kesimpulannya, Canva membuka ruang desain luas untuk membuat majalah kelas SD. Siswa belajar bekerja sama sebagai tim editorial. Konten tulisan dan foto menjadi bukti belajar. Tampilan rapi menambah nilai estetika karya. Majalah menjadi media ekspresi dan dokumentasi. Pendidikan literasi visual berkembang. Canva menuntun siswa menjadi kreator.
Penulis : Nia Ayu Anggraeni
Sumber : Google