Cetak Rekor di Unesa, Lulusan S2 Dikdas Raih IPK Sempurna 4.0 dan Langsung Lanjut S3 Fast Track
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan prestasi melalui salah satu lulusan terbaiknya dari Program Magister Pendidikan Dasar, Annas Solihin, S.Pd.,M.Pd. Tidak hanya berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0, Annas juga resmi melanjutkan studi ke jenjang Doktor (S3) melalui jalur fast track. Keberhasilannya menembus jurnal bereputasi internasional Scopus menjadi bukti bahwa kualitas riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah global.
Pencapaian luar biasa ini
bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan wujud kontribusi nyata
terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu
Pendidikan Berkualitas. Fokus riset Annas berangkat dari keresahannya saat
menjadi Pembina Pramuka dan peserta program Kampus Mengajar, di mana ia
menemukan fakta bahwa banyak siswa Sekolah Dasar yang mengalami kecemasan
terhadap matematika (math anxiety), padahal mereka memiliki potensi
intelektual yang besar.
Annas Solihin membawa inovasi
dengan mengintegrasikan budaya lokal Madura ke dalam kurikulum pendidikan
formal. Melalui pendekatan etnomatematika, ia mengeksplorasi bagaimana kearifan
lokal seperti tradisi Karapan Sapi dapat dijadikan medium pembelajaran matematika
yang konkret dan menyenangkan. "Saya ingin menjawab rasa penasaran mengapa
anak-anak takut matematika. Ternyata, ilmu dari jenjang S1 saja belum cukup.
Saya butuh pendalaman teori tentang bagaimana budaya lokal bisa menjadi
jembatan efektivitas belajar," ungkapnya.
Langkah akselerasi ke
jenjang S3 ini ia ambil untuk menggali lebih dalam solusi bagi permasalahan
pendidikan di daerah. Menurutnya, pendidikan yang inklusif dan relevan dengan
budaya setempat adalah kunci untuk meningkatkan literasi dan numerasi di level
akar rumput. Dengan membawa identitas Madura ke dalam diskursus akademik
internasional, Annas membuktikan bahwa inovasi pendidikan paling efektif
seringkali berasal dari pemecahan masalah nyata di lapangan.
Motivasi Annas sangatlah
sederhana namun mendalam, ia ingin pulang ke kampung halaman dengan membawa
solusi. Baginya, gelar akademik dan publikasi Scopus adalah alat untuk
meningkatkan martabat pendidikan di daerah. Ia percaya bahwa setiap anak, baik
di kota besar maupun di pelosok desa, berhak mendapatkan metode pengajaran yang
tidak hanya efektif secara kognitif, tetapi juga dekat dengan realitas
kehidupan mereka sehari-hari.
Prestasi Annas Solihin
ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di Unesa bahwa riset yang berkualitas
adalah riset yang memiliki "hati". Dengan semangat pantang menyerah,
ia menunjukkan bahwa jalur fast track bukan sekadar tentang durasi studi
yang singkat, melainkan tentang percepatan transformasi pendidikan demi masa
depan Indonesia yang lebih cerdas dan berkarakter sesuai target SDGs 2030.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah