ChatGPT dalam Pengembangan Profesional Guru di Abad 21
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Perkembangan teknologi digital membuat kompetensi guru di abad ke-21 semakin kompleks, mencakup kemampuan pedagogis, teknologi, hingga literasi informasi. Dalam proses pengembangan profesional, guru sering memerlukan referensi terbaru, penjelasan konsep, serta panduan praktis yang dapat membantu mereka meningkatkan kualitas mengajar. Di sinilah ChatGPT hadir sebagai sumber belajar baru yang sangat mudah diakses. Melalui interaksi berbasis teks, guru dapat memperoleh pemahaman terhadap teori pendidikan, prinsip pembelajaran diferensiasi, strategi manajemen kelas, hingga contoh penerapan teknologi dalam pembelajaran. Akses cepat ini membantu guru tetap relevan dan terus berkembang tanpa harus bergantung pada pelatihan formal yang sering membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
Namun, kehadiran ChatGPT juga menghadirkan tuntutan baru: guru harus mampu memilah mana informasi yang valid, mana yang harus diuji kembali melalui literatur akademik atau pengalaman lapangan. Pengembangan profesional sejati tetap menuntut guru untuk belajar secara kritis dan berkelanjutan, bukan sekadar menerima jawaban instan dari teknologi. Dengan memadukan ChatGPT dengan refleksi diri, diskusi antar guru, dan praktik mengajar di kelas, guru dapat memperkuat kompetensi mereka secara komprehensif. ChatGPT pada akhirnya menjadi salah satu sumber belajar yang memperkaya, bukan menggantikan, proses pengembangan profesional guru yang lebih mendalam, reflektif, dan kontekstual. Penulis : Nisrina Betari Athillah Sumber : images.google.com