ChatGPT dan Dunia Profesi: Anak SD Mengenal Masa Depan dengan Percakapan Bermakna
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Setiap anak memiliki impian tentang profesi yang ingin mereka tekuni di masa depan. Namun, tidak semua memahami tugas, keterampilan, dan tanggung jawab dari pekerjaan tersebut. ChatGPT dapat membantu siswa mengenal berbagai jenis profesi melalui percakapan yang mudah dipahami. Mereka dapat bertanya, “Apa tugas seorang arsitek?” atau “Bagaimana cara menjadi dokter hewan?”. Dengan cara ini, pengetahuan tentang profesi tidak hanya diperoleh dari cerita, tetapi melalui eksplorasi mandiri.
Percakapan dengan ChatGPT juga dapat membantu siswa menemukan hubungan antara pelajaran sekolah dan profesi impian mereka. Ketika siswa mengetahui bahwa matematika diperlukan untuk menjadi insinyur atau bahasa diperlukan untuk menjadi reporter, motivasi belajar meningkat. Mereka mulai memahami bahwa belajar bukan sekadar tugas harian, tetapi investasi untuk masa depan. Guru dapat memanfaatkan hal ini sebagai strategi penguatan motivasi belajar. Semakin jelas tujuan siswa, semakin kuat usaha yang dilakukan.
Selain memperkenalkan profesi umum, ChatGPT dapat memberikan wawasan tentang pekerjaan masa depan yang belum banyak dikenal. Misalnya, profesi desainer UI, ahli robotik pendidikan, atau peneliti lingkungan. Dengan demikian, siswa memiliki pandangan yang lebih luas mengenai dunia kerja. Mereka belajar bahwa masa depan penuh dengan peluang baru yang mungkin belum ada hari ini. Pembelajaran ini memberi mereka fleksibilitas berpikir.
Guru atau orang tua dapat melanjutkan diskusi dengan kegiatan refleksi. Siswa dapat diminta menuliskan profesi pilihan, alasan memilihnya, serta langkah kecil yang dapat dimulai sekarang. Misalnya, membaca buku, mengikuti kegiatan, atau belajar keterampilan tertentu. Proses ini membantu anak membangun rencana sederhana namun bermakna. Mereka belajar melihat masa depan sebagai perjalanan, bukan hanya impian.
ChatGPT membantu siswa mengenal dunia profesi dengan lebih dekat dan personal. Percakapan ringan berubah menjadi pengalaman edukatif yang membangun pemahaman diri. Ketika siswa mengenal minatnya sejak dini, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan. Teknologi membantu membuka wawasan, sementara sekolah dan keluarga mendukung langkahnya. Bersama-sama, mereka membentuk generasi yang berorientasi masa depan dan penuh harapan. Penulis: Della Octavia Citra Lestari Gambar: AI