ChatGPT Membantu Guru Sekolah Dasar Menghemat Waktu Administrasi Pembelajaran
s2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya — Beban administrasi yang cukup tinggi sering menjadi tantangan bagi guru sekolah dasar dalam menjalankan tugas profesionalnya. Mulai dari penyusunan rencana pembelajaran, laporan kegiatan, hingga dokumentasi evaluasi belajar siswa, semuanya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dalam kondisi ini, ChatGPT mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meringankan pekerjaan administratif guru tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa.
Melalui ChatGPT, guru dapat menyusun draf awal rencana pembelajaran, deskripsi kegiatan belajar, hingga refleksi pembelajaran dengan lebih cepat. Hasil yang diperoleh kemudian disesuaikan dengan konteks kelas dan kebijakan sekolah. Dengan demikian, waktu guru yang sebelumnya tersita untuk administrasi dapat dialihkan untuk mempersiapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan memperhatikan kebutuhan individu siswa sekolah dasar.
Pemanfaatan ChatGPT dalam mendukung tugas guru ini sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Ketika guru memiliki waktu yang lebih cukup untuk fokus pada proses belajar mengajar, kualitas interaksi antara guru dan siswa pun meningkat. Hal ini berdampak positif terhadap perkembangan akademik dan karakter peserta didik.
Namun, penggunaan ChatGPT tetap memerlukan kebijaksanaan dan literasi digital yang mumpuni. Guru harus memastikan bahwa dokumen yang dihasilkan tetap sesuai dengan kebijakan pendidikan, kurikulum nasional, dan nilai-nilai profesionalisme guru. ChatGPT berfungsi sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran guru dalam mengambil keputusan pendidikan.
Pemanfaatan ChatGPT diharapkan dapat membantu menciptakan keseimbangan kerja guru sekolah dasar. Dengan dukungan teknologi yang tepat, guru dapat bekerja lebih efektif, sehat secara profesional, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
# # #
Penulis: Salsa Billa Aulia