Siswa SD Rentan Bullying Digital: Orang Tua dan Sekolah Harus Lebih Waspada!
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi yang pesat telah membuka pintu bagi berbagai peluang positif, namun juga membawa serta tantangan baru, terutama bagi anak-anak. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar (SD) di era digital ini adalah bullying digital. Mereka menjadi sasaran empuk bagi para pelaku bullying yang memanfaatkan anonimitas dunia maya untuk melancarkan aksinya.
Siswa SD memiliki karakteristik yang membuat mereka sangat rentan terhadap bullying digital. Mereka masih dalam tahap perkembangan emosional dan sosial, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk memahami dan mengatasi dampak negatif dari bullying. Selain itu, mereka juga cenderung kurang memiliki pengetahuan tentang cara melindungi diri dari ancaman di dunia maya.
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi anak-anak mereka dari penindasan digital. Mereka harus proaktif dalam memantau aktivitas online anak-anak, mengajarkan mereka tentang risiko dan bahaya di dunia maya, serta membangun komunikasi yang terbuka agar anak-anak merasa nyaman untuk bercerita jika mereka mengalami atau menyaksikan bullying.
Sekolah juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencegah dan mengatasi bullying digital di kalangan siswa SD. Sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang komprehensif tentang penindasan digital, termasuk cara mengidentifikasi, mencegah, dan melaporkan kasus penindasan. Selain itu, sekolah juga harus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, sehingga mereka merasa didukung dan dihargai.
Kerja sama antara orang tua dan sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa SD di dunia digital. Dengan meningkatkan kesadaran, memberikan pendidikan yang tepat, dan menciptakan komunikasi yang terbuka, kita dapat melindungi anak-anak kita dari dampak negatif perundungan digital dan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah