Jerat Bullying Digital: Dampak Psikologis pada Siswa SD yang Terabaikan
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dunia digital yang semakin meresap dalam kehidupan anak-anak membawa serta sisi gelap yang seringkali terabaikan: bullying digital. Siswa Sekolah Dasar (SD), yang seharusnya menikmati masa-masa bermain dan belajar, kini semakin rentan menjadi korban kekerasan di dunia maya. Ironisnya, luka yang ditimbulkan oleh bullying digital ini tidak terlihat secara fisik, namun dampaknya dapat menghancurkan psikologis anak-anak.
Bullying digital di kalangan siswa SD dapat berupa berbagai macam bentuk, mulai dari komentar jahat di media sosial, pengiriman pesan teks yang menyakitkan, hingga penyebaran foto atau video pribadi yang mengancam. Pelaku bullying seringkali bersembunyi di balik anonimitas dunia maya, merasa aman untuk melontarkan kata-kata kasar dan batasannya tanpa harus berhadapan langsung dengan korbannya.
Dampak psikologis bullying digital pada siswa SD sangatlah beragam dan dapat berlangsung dalam jangka panjang. Anak-anak yang menjadi korban bullying digital seringkali merasa cemas, takut, dan depresi. Mereka kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak berharga, dan menarik diri dari pergaulan sosial. Terlebih lagi, dalam kasus yang ekstrim, intimidasi digital dapat memicu pikiran untuk bunuh diri.
Sayangnya, banyak orang tua dan guru yang belum menyadari betapa seriusnya masalah bullying digital ini. Mereka biasanya mengira itu adalah masalah sepele atau sekadar kenakalan remaja. Padahal, bullying digital adalah bentuk kekerasan yang nyata dan dapat memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya bagi kesehatan mental anak-anak.
Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat secara keseluruhan untuk meningkatkan kesadaran tentang bullying digital dan dampaknya pada siswa SD. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan mendukung bagi anak-anak, di mana mereka merasa terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah