ChatGPT Sebagai Asisten Guru dalam Merancang Tugas Bertema Hari Ibu
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Beban kerja administratif guru yang tinggi seringkali menjadi penghambat inovasi di dalam kelas. Namun, kehadiran ChatGPT telah memberikan solusi sebagai asisten digital yang membantu guru merancang tugas kreatif bertema Hari Ibu. AI ini dapat menyusun draf instruksi tugas, rubrik penilaian, hingga ide-ide proyek kolaboratif yang menarik bagi siswa. Penggunaan teknologi ini mendukung SDG 4 dengan memberikan ruang bagi guru untuk lebih fokus pada interaksi pedagogis dengan siswa, sementara tugas-tugas perancangan materi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Salah satu ide tugas yang dihasilkan adalah meminta siswa membuat presentasi mengenai sejarah perjuangan perempuan di Indonesia menggunakan Canva. Siswa diajak untuk mengeksplorasi peran ibu dalam sejarah pergerakan nasional, bukan hanya dalam konteks domestik. Pendidikan sejarah yang didukung oleh alat desain modern ini membuat siswa lebih antusias dalam menggali akar budaya dan perjuangan bangsa. Hasil karya siswa kemudian dipresentasikan di depan kelas dan dibagikan melalui grup WhatsApp Web orang tua sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam membangun peradaban.
Dalam mengerjakan tugas tersebut, siswa didorong untuk menggunakan fitur terjemah guna mencari sumber referensi dari jurnal-jurnal internasional mengenai gerakan perempuan global. Hal ini memperkaya perspektif mereka bahwa isu-ibu dan perempuan adalah agenda penting dalam tujuan pembangunan berkelanjutan dunia. Literasi informasi ini sangat penting agar siswa memiliki pandangan yang luas dan objektif. Teknologi menjadi alat riset yang kuat di tangan siswa, membantu mereka menghubungkan materi pelajaran di sekolah dengan isu-isu global yang sedang berkembang.
Guru juga memanfaatkan YouTube untuk memberikan contoh-contoh video refleksi yang menyentuh sebagai inspirasi bagi siswa. Menonton konten berkualitas membantu siswa dalam memahami bagaimana cara menyampaikan pesan moral secara efektif melalui media digital. Pendidikan karakter melalui seni audiovisual terbukti lebih membekas di hati siswa dibandingkan hanya melalui teks tertulis. Dengan bantuan AI dan platform video, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan relevan dengan gaya hidup siswa masa kini yang sangat akrab dengan teknologi.
Secara keseluruhan, pemanfaatan ChatGPT di lingkungan sekolah telah membawa angin segar bagi kreativitas guru dan siswa. Momen Hari Ibu menjadi lebih dari sekadar seremoni, melainkan sebuah proyek pembelajaran yang komprehensif. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi, jika digunakan dengan bijak, dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan. Upaya berkelanjutan dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam kurikulum akan terus dilakukan guna menyiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang kuat di era digital.
###
Penulis: Anisa Rahmawati