ChatGPT sebagai Asisten Guru SD dalam Menyusun Materi Pembelajaran Berbasis SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya — Kehadiran ChatGPT mulai dimanfaatkan oleh guru sekolah dasar sebagai alat bantu dalam menyusun materi pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Dengan kecerdasan teknologi buatan ini, guru dapat memperoleh ide pembelajaran, contoh soal, hingga cerita edukatif yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa SD. Hal ini membantu guru menghemat waktu tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Dalam pendidikan dasar, ChatGPT berperan sebagai asisten digital yang mendukung perencanaan pembelajaran. Guru dapat meminta bantuan untuk menyelesaikan konsep abstrak menjadi bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Misalnya, topik tentang lingkungan, energi bersih, atau kehidupan sehat dapat dikemas dalam bentuk cerita atau dialog yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Pemanfaatan ChatGPT juga selaras dengan SDGs, terutama SDG 4 dan SDG 9 yang mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan. Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik. Dengan materi yang variatif, siswa menjadi lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajar.
Namun demikian, penggunaan ChatGPT tetap memerlukan pengawasan dan literasi digital yang baik. Guru harus memastikan bahwa konten yang dihasilkan sesuai dengan kurikulum, nilai karakter, dan konteks budaya lokal. ChatGPT diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru dalam mendidik dan membimbing siswa.
Selanjutnya, integrasi ChatGPT dalam pendidikan dasar diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan pemanfaatan yang bertanggung jawab, teknologi ini dapat menjadi bagian dari transformasi pendidikan berkelanjutan yang mendukung pencapaian SDGs.
# # #
Penulis: Salsa Billa Aulia