Coding Dasar Menjadi Bahasa Baru Anak SD dalam Memahami Dunia Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Bahasa tidak hanya berupa kata dan kalimat,
tetapi juga simbol dan perintah. Di era digital, coding mulai dipahami sebagai
bahasa baru. Pengenalan coding dasar membantu anak memahami bahasa tersebut
secara sederhana. Anak belajar bahwa teknologi memiliki struktur komunikasi
tersendiri. Proses ini memperluas literasi anak. Dunia digital menjadi lebih
dapat dipahami. Antusiasme muncul dari rasa mampu mengerti.
Melalui coding
dasar, anak diajak berpikir runtut dan terstruktur. Setiap langkah harus
disusun dengan urutan yang tepat. Anak belajar merencanakan sebelum bertindak.
Kemampuan ini berdampak pada cara berpikir sehari-hari. Anak menjadi lebih
sistematis. Kesalahan kode menjadi bahan refleksi. Anak belajar memperbaiki
langkah.
Antusiasme
anak tampak saat mereka melihat hasil dari kode yang dibuat. Gerakan sederhana
pada layar atau robot memberi kepuasan tersendiri. Anak merasa bangga dengan
hasil kerjanya. Pengalaman ini memperkuat rasa percaya diri. Anak tidak takut
mencoba hal baru. Pembelajaran menjadi proses aktif.
Coding juga
membuka ruang kreativitas. Anak dapat mengubah perintah untuk menghasilkan
variasi hasil. Imajinasi dan logika saling melengkapi. Anak belajar bahwa
teknologi tidak kaku. Ia dapat disesuaikan dengan ide. Proses ini menumbuhkan
minat eksplorasi. Anak merasa bebas berkreasi.
Dengan
mengenal coding sejak dini, anak memiliki fondasi literasi teknologi yang kuat.
Mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta. Antusiasme yang
tumbuh bersifat konstruktif. Pendidikan teknologi menjadi investasi masa depan.
Anak dipersiapkan menghadapi dunia digital secara kritis.
Penulis: Resinta Aini Z.