Cuaca Berawan Malam Ini: Waspada Dehidrasi dan Kelelahan pada Anak SD
Saat ini, kondisi cuaca di Sidoarjo terpantau sebagian berawan dengan suhu sekitar 27°C. Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan hingga tengah malam, dengan kemungkinan hujan ringan terjadi sekitar pukul 00.00. Meskipun langit tampak teduh dan tidak terlalu panas, kelembapan udara yang tinggi dapat menyebabkan tubuh tetap berkeringat dan kehilangan cairan tanpa disadari, terutama pada anak-anak yang lebih aktif secara fisik.
Kondisi cuaca seperti ini sering kali dianggap aman karena tidak terlalu terik. Namun, bagi anak-anak sekolah dasar yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, baik saat jam istirahat maupun sepulang sekolah, risiko dehidrasi ringan tetap dapat terjadi. Anak-anak cenderung belum mampu mengenali tanda-tanda kekurangan cairan tubuh seperti haus berlebih, lemas, atau pusing. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi belajar serta menyebabkan kelelahan fisik.
Menurut penjelasan dari HealthyChildren.org, anak-anak memiliki sistem pengaturan suhu tubuh yang belum sesempurna orang dewasa. Hal ini membuat mereka lebih mudah kehilangan cairan saat cuaca panas atau lembap. Selain itu, anak-anak biasanya lebih fokus pada permainan dan kegiatan sosial di sekolah, sehingga sering kali mengabaikan kebutuhan untuk minum air secara rutin. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orang tua dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh anak.
Di sisi lain, suhu hangat yang disertai awan tebal juga dapat meningkatkan rasa gerah di ruang kelas yang kurang ventilasi. Ruang dengan sirkulasi udara terbatas membuat suhu terasa lebih tinggi dari sebenarnya. Guru perlu memastikan ruang kelas memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara lancar, sehingga siswa tetap nyaman belajar tanpa merasa lelah atau mengantuk akibat udara pengap.
Rekomendasi bagi orang tua dan guru, pastikan setiap anak membawa bekal air minum sendiri ke sekolah. Guru dapat mengingatkan anak untuk minum air putih secara berkala, terutama setelah beraktivitas fisik. Selain itu, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dilakukan di tempat teduh atau diatur waktunya agar tidak bertepatan dengan jam-jam paling panas antara pukul 09.00 hingga 16.00. Menyediakan waktu istirahat tambahan juga dapat membantu anak memulihkan energi dan mencegah kelelahan.
Sebagai kesimpulan, cuaca berawan di malam hari bukan berarti bebas dari risiko kesehatan. Perhatian terhadap hidrasi dan kenyamanan anak tetap penting, terutama di masa transisi cuaca yang tidak menentu. Dengan kerja sama antara orang tua dan guru, anak-anak SD dapat tetap beraktivitas dengan aman, sehat, dan optimal meskipun kondisi cuaca tidak sepenuhnya stabil.