Cuaca Hujan Mendorong Penerapan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama sering kali menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah dasar. Hujan lebat dapat menyebabkan akses menuju sekolah terganggu, risiko keselamatan meningkat, serta menurunnya kehadiran siswa dan guru. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi sekolah dalam menjaga keberlangsungan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah perlu memiliki strategi adaptif agar kegiatan belajar tetap berjalan meskipun cuaca tidak mendukung. Upaya menjaga keberlanjutan pembelajaran ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua anak.
Sebagai respons terhadap kondisi cuaca hujan yang menghambat pembelajaran tatap muka, sekolah mulai menyiapkan alternatif pembelajaran daring. Guru memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, dan melakukan komunikasi dengan siswa serta orang tua. Pembelajaran daring menjadi solusi agar proses belajar tidak terhenti akibat faktor alam. Langkah ini menunjukkan bahwa sekolah berupaya memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meskipun menghadapi kendala lingkungan, sebagaimana ditekankan dalam agenda pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.
Teknologi berperan sebagai solusi utama dalam mendukung pembelajaran daring saat hujan lebat terjadi. Media seperti WhatsApp, video pembelajaran, dan platform digital lainnya memungkinkan guru menyampaikan materi secara fleksibel tanpa harus bertemu langsung dengan siswa. Pemanfaatan teknologi ini membantu menjaga kontinuitas pembelajaran dan mengurangi dampak negatif cuaca terhadap kegiatan pendidikan. Selain mendukung SDGs 4, adaptasi ini juga berkaitan dengan SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, karena menunjukkan upaya adaptasi manusia terhadap dampak kondisi alam yang semakin tidak menentu.
Melalui pembelajaran daring, hak belajar siswa tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Siswa tetap memperoleh akses materi pembelajaran dari rumah, sementara guru dapat memantau perkembangan belajar siswa melalui komunikasi daring. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kesenjangan pembelajaran akibat cuaca ekstrem. Dengan memastikan bahwa setiap siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan, sekolah turut berkontribusi dalam mewujudkan prinsip pendidikan yang adil dan merata sebagaimana tercantum dalam SDGs poin 4.
Dengan demikian, cuaca hujan tidak lagi menjadi penghambat utama dalam proses pembelajaran apabila sekolah mampu memanfaatkan teknologi secara tepat. Pembelajaran daring menjadi bentuk adaptasi yang relevan dalam menghadapi tantangan cuaca dan perubahan iklim. Pendidikan tetap dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan dan hak belajar siswa.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa