Dampak El Nino dan La Nina Konsep Geografi Sekolah Dasar
Meskipun terdengar kompleks, konsep El Nino dan La
Nina sangat relevan dan harus dikenalkan kepada siswa sekolah dasar karena
dampak langsungnya terhadap kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar. Kedua
fenomena iklim global ini, yang disebabkan oleh fluktuasi suhu permukaan air
laut di Samudra Pasifik, secara signifikan memengaruhi pola cuaca di seluruh
dunia, termasuk Indonesia. Memahami kedua istilah ini membantu siswa
menghubungkan pelajaran Geografi dengan realitas lingkungan lokal.
El Nino, yang ditandai dengan peningkatan suhu air
laut, umumnya membawa konsekuensi kekeringan panjang dan penurunan curah hujan
di sebagian besar wilayah Indonesia. Siswa dapat diajak berdiskusi tentang
dampaknya terhadap sektor pertanian dan persediaan air bersih di komunitas
mereka. Sementara itu, La Nina seringkali membawa curah hujan yang jauh lebih
tinggi dari normal, yang dapat memicu risiko banjir dan tanah longsor.
Mengetahui perbedaan dampak ini membantu mereka memahami perlunya adaptasi yang
berbeda di setiap musim.
Pembelajaran mengenai El Nino dan La Nina dapat
diintegrasikan dengan proyek sains dan geografi sederhana. Siswa dapat
mengumpulkan berita lokal tentang kekeringan atau banjir dan mencoba
menghubungkannya dengan prediksi iklim yang sedang terjadi. Proses analisis ini
melatih kemampuan menghubungkan sebab dan akibat dalam skala yang lebih besar.
Mereka akan menyadari bahwa cuaca di lingkungan mereka tidak terisolasi,
melainkan bagian dari sistem iklim global yang saling terhubung.
Guru dapat menggunakan peta dunia dan model visual
sederhana untuk menjelaskan bagaimana pergerakan massa air laut dan angin
memicu kedua fenomena ini. Pendekatan visual dan interaktif sangat penting
untuk anak SD agar konsep abstrak menjadi lebih konkret. Ini bukan hanya
tentang menghafal definisi, tetapi tentang menumbuhkan kesadaran spasial dan
sistemik tentang bumi sebagai satu kesatuan ekosistem.
Dengan memahami dampak El Nino dan La Nina, siswa SD
tidak hanya belajar geografi, tetapi juga didorong untuk menjadi warga negara
yang sadar lingkungan. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk berpikir kritis
tentang isu-isu keberlanjutan, seperti konservasi air dan mitigasi bencana.
Mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu merespons perubahan iklim dengan
tindakan yang terinformasi dan bertanggung jawab.
Penulis:
Della Octavia C. L