Dampak Perubahan Iklim terhadap Pembelajaran Anak Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi realitas yang dirasakan hari ini. Cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan memengaruhi aktivitas sekolah dasar di berbagai daerah. Banyak sekolah terpaksa diliburkan atau dipindahkan sementara. Anak-anak kehilangan waktu belajar yang berharga. Kondisi ini menunjukkan keterkaitan erat antara lingkungan dan pendidikan.
Sekolah dasar sering belum siap menghadapi dampak perubahan iklim. Infrastruktur sekolah tidak dirancang untuk menghadapi cuaca ekstrem. Ruang kelas panas, banjir, atau rusak menjadi pemandangan umum. Hal ini memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi belajar siswa. Pendidikan dasar membutuhkan perhatian serius dalam hal adaptasi iklim.
Di sisi lain, perubahan iklim juga membuka peluang pembelajaran kontekstual. Anak-anak dapat belajar langsung dari lingkungan sekitar mereka. Isu lingkungan dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan nyata. Sekolah dasar memiliki potensi besar dalam menanamkan kesadaran ekologis.
Namun, guru sering kesulitan mengaitkan isu global dengan pembelajaran anak usia dini. Dibutuhkan pendekatan pedagogis yang kreatif dan sesuai perkembangan anak. Pendidikan lingkungan tidak boleh menakutkan, tetapi memberdayakan. Anak-anak perlu diajak mencintai alam, bukan sekadar takut pada bencana. Di sinilah peran penting pendidikan dasar.
Menghadapi perubahan iklim, pendidikan dasar harus bertransformasi. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi pusat edukasi keberlanjutan. Anak-anak adalah generasi yang akan mewarisi bumi ini. Membekali mereka dengan kesadaran dan tanggung jawab ekologis adalah investasi jangka panjang. Pendidikan dasar berperan strategis dalam menjaga masa depan planet.
####
Penulis: Aida Meilina