Dari Rasa Penasaran ke Antusias Belajar, Coding Dasar dan Robotika Mini Mulai Dikenalkan di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pengenalan Coding Dasar dan Robotika Mini di
Sekolah Dasar (SD) telah menjadi katalisator yang efektif, berhasil mengubah
rasa penasaran alami anak-anak menjadi antusiasme belajar yang tinggi terhadap
ilmu pengetahuan dan teknologi. Anak-anak SD, yang secara inheren didorong oleh
keingintahuan untuk memahami cara kerja benda-benda di sekitar mereka, kini
mendapatkan jawaban melalui medium yang interaktif dan langsung. Mereka tidak
hanya melihat robot bergerak, tetapi mereka memprogram robot itu sendiri,
memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih dalam dan bermakna daripada
sekadar mendengarkan ceramah di kelas. Transformasi dari pengamat pasif menjadi
pencipta aktif ini secara drastis meningkatkan keterlibatan emosional mereka
dengan materi pelajaran. Program ini membuktikan bahwa minat terhadap teknologi
dapat ditanamkan sejak usia muda melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.
Pergeseran dari rasa penasaran menjadi antusiasme
belajar ini terjadi karena Coding dan Robotika Mini memberikan umpan
balik instan, yang sangat memotivasi siswa untuk terus mencoba dan
bereksperimen. Ketika mereka menyusun serangkaian blok kode dan melihat robot
mini mereka melaksanakan perintah tersebut secara nyata, mereka merasakan
kepuasan penciptaan yang luar biasa dan mendorong mereka untuk segera mencoba
kode yang lebih kompleks. Kesuksesan kecil yang berulang ini secara sistematis
membangun kepercayaan diri mereka terhadap kemampuan teknis dan logis, sehingga
mengubah sikap ragu-ragu menjadi semangat eksplorasi yang tak terbatas. Antusiasme
ini membuat proses belajar menjadi berkelanjutan dan didorong oleh keinginan
internal mereka sendiri.
Pembelajaran ini juga secara efektif mengubah rasa
penasaran terhadap gadget menjadi penasaran terhadap logika dan ilmu di
baliknya, sebuah transisi mental yang sangat krusial bagi pendidikan Abad
ke-21. Anak-anak tidak lagi hanya ingin memainkan
game, melainkan mulai bertanya tentang bagaimana game tersebut
diprogram dan bagaimana mereka bisa memodifikasinya atau membuat game
serupa. Robotika Mini, khususnya, menjembatani dunia digital (kode) dan dunia
fisik (gerakan robot), memberikan pemahaman konkret tentang hubungan antara
logika dan hasil nyata. Proses ini menguatkan pemikiran kausalitas, membuat
materi pelajaran menjadi relevan dengan dunia nyata mereka.
Coding
dan Robotika Mini secara langsung memicu antusiasme belajar karena mereka
memperkenalkan konsep-konsep abstrak melalui konteks bermain yang menyenangkan
dan kolaboratif. Mereka belajar tentang urutan (sequencing), kondisi
(conditionals), dan perulangan (loops) bukan dari buku teks yang membosankan,
melainkan dari upaya membuat robot menari atau bergerak menghindari rintangan.
Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk tantangan atau game ini membuat
siswa sangat antusias untuk menguasai keterampilan baru demi memenangkan
permainan. Lingkungan belajar yang bebas stres ini sangat ideal untuk
penyerapan konsep-konsep teknis yang kompleks.
Secara
keseluruhan, pengenalan Coding Dasar dan Robotika Mini di SD adalah
sebuah strategi pedagogis yang cerdas, berhasil memanen rasa penasaran alami
anak dan mengubahnya menjadi antusiasme belajar yang terarah. Sekolah telah
membuka pintu gerbang menuju literasi teknologi masa depan dengan cara yang
paling menarik dan bermakna bagi siswa. Program ini memastikan bahwa generasi
penerus tidak hanya akan mengonsumsi teknologi, tetapi juga akan bersemangat
untuk menciptakan dan mengendalikannya.
Penulis
: Indriani Dwi Febrianti