Digitalisasi Sekolah: Kemudahan Bagi Guru dan Siswa, Tapi Siapa yang Mengawasi Keamanan Datanya?
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Digitalisasi sekolah telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan. Bagi guru, sistem digital memudahkan mereka dalam menyusun materi pembelajaran, memberikan tugas, menilai hasil kerja siswa, dan melacak perkembangan belajar setiap siswa secara individu. Mereka dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber daya pendidikan dari dalam dan luar negeri untuk menikmati pembelajaran di kelas. Bagi siswa, digitalisasi membuka akses ke materi pembelajaran yang lebih beragam dan menarik, memungkinkan mereka untuk belajar dengan ritme yang sesuai dengan kemampuan mereka dan berinteraksi dengan teman sekelas serta guru melalui platform kolaboratif.
Kemudahan yang diberikan oleh digitalisasi juga membantu meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Guru dapat menggunakan alat bantu digital seperti video pendidikan, simulasi, atau permainan edukatif untuk menjelaskan konsep yang sulit dengan cara yang lebih mudah dipahami. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sehingga dapat mengulangi pelajaran yang belum mereka pahami atau mempelajari materi tambahan yang sesuai dengan minat mereka. Sistem penilaian digital juga memungkinkan guru untuk memberikan umpan balik yang lebih cepat dan spesifik kepada siswa, sehingga membantu mereka dalam memperbaiki pemahaman dan keterampilan mereka.
Namun, di tengah kemudahan yang dirasakan oleh guru dan siswa, muncul pertanyaan penting: siapa yang menjaga keamanan data yang dikelola oleh sistem digital sekolah? Banyak sekolah yang fokus pada manfaat fungsional dari sistem digital mereka dan kurang memperhatikan siapa yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa data yang disimpan aman dan terlindungi. Kadang-kadang tanggung jawab ini tidak jelas, atau diberikan kepada orang yang tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang cukup dalam keamanan data. Hal ini dapat menyebabkan situasi di mana keamanan data tidak mendapatkan perhatian yang tepat dan sistem menjadi rentan terhadap ancaman.
Pengawasan keamanan data di sekolah membutuhkan peran yang jelas dari berbagai pihak. Pihak sekolah sendiri, melalui kepala sekolah dan tim manajemen, memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan bahwa keamanan data menjadi prioritas dan bahwa langkah-langkah yang tepat diambil untuk melindungi data. Mereka perlu menetapkan kebijakan keamanan data yang jelas, membentuk tim khusus yang bertanggung jawab untuk mengelola keamanan data, dan memastikan bahwa semua pengguna sistem memahami tanggung jawab mereka. Selain itu, pemerintah memiliki peran dalam menetapkan standar dan peraturan tentang keamanan data di sektor pendidikan, serta melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya di sekolah-sekolah.
Penyedia teknologi yang menyediakan platform atau aplikasi untuk sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan bahwa produk yang mereka tawarkan aman dan memenuhi standar keamanan yang berlaku. Mereka perlu memberikan dukungan teknis yang memadai, memperbarui produk mereka secara teratur dengan patch keamanan, dan memberikan informasi yang jelas kepada sekolah tentang cara menjaga keamanan data saat menggunakan produk mereka. Selain itu, orang tua dan siswa juga memiliki peran dalam mengawasi keamanan data dengan menyadari pentingnya menjaga privasi informasi pribadi mereka dan melaporkan setiap masalah atau kekhawatiran yang mereka alami terkait dengan keamanan data di sekolah. Dengan adanya pengawasan yang jelas dan partisipasi dari semua pihak, keamanan data di sekolah digital dapat terjaga dengan baik sambil tetap memberikan kemudahan bagi guru dan siswa.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah