Doa Buka Puasa Rajab Menjadi Media Pendidikan Karakter dan Dukungan SDGs di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Bulan Rajab sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam kembali dimanfaatkan oleh berbagai sekolah dasar sebagai momentum penguatan pendidikan karakter. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan adalah pembiasaan membaca doa buka puasa Rajab. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai yang relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan inklusif.
Di lingkungan pendidikan dasar, doa buka puasa Rajab diajarkan dengan pendekatan yang kontekstual dan ramah anak. Guru menjelaskan makna doa secara sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak diajak memahami bahwa doa merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah, sekaligus sarana melatih kesabaran dan pengendalian diri. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini.
Kegiatan pembiasaan doa buka puasa Rajab juga mendukung SDGs 4 yang menekankan pendidikan karakter dan pembelajaran sepanjang hayat. Pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan berhitung, tetapi juga pada pembentukan sikap, moral, dan spiritual. Dengan memasukkan doa buka puasa Rajab dalam kegiatan belajar, sekolah turut menciptakan proses pembelajaran yang holistik dan bermakna.
Selain itu, nilai kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah puasa juga sejalan dengan SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa, seperti sahur yang cukup dan berbuka dengan makanan sehat. Guru mengaitkan doa buka puasa dengan pola hidup seimbang yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui pembelajaran doa buka puasa Rajab, sekolah dasar berkontribusi dalam mencetak generasi yang beriman, berkarakter, dan sadar akan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan. Tradisi religius ini menjadi jembatan antara pendidikan spiritual dan agenda global SDGs yang berorientasi pada masa depan anak-anak Indonesia.
###
Penulis: Salsa Billa Aulia