Doa Buka Puasa Rajab Warnai Pembelajaran Religius di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran religius di sekolah dasar tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui praktik ibadah sehari-hari. Doa buka puasa Rajab menjadi salah satu contoh nyata bagaimana nilai keagamaan dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Momentum bulan Rajab dimanfaatkan untuk mengenalkan ibadah sunnah secara sederhana kepada peserta didik.
Guru mengajarkan doa buka puasa Rajab sebagai bagian dari rutinitas pembelajaran agama. Anak-anak diajak menghafal doa dengan bimbingan yang sabar dan penuh keteladanan. Proses ini melatih kedisiplinan dan konsistensi siswa dalam menjalankan ibadah.
Pembiasaan doa buka puasa Rajab juga membantu membangun suasana religius yang kondusif di lingkungan sekolah. Anak-anak belajar menghormati waktu ibadah dan menghargai teman yang sedang berpuasa. Nilai toleransi dan kebersamaan pun tumbuh secara alami.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri bagi siswa. Guru mengajak anak-anak merenungkan makna puasa dan doa dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan reflektif ini membantu siswa memahami bahwa ibadah memiliki dampak positif terhadap sikap dan perilaku.
Dengan mengintegrasikan doa buka puasa Rajab dalam pembelajaran, sekolah dasar berkontribusi dalam membentuk generasi yang religius dan berkarakter. Tradisi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai keimanan sejak dini.
###
Penulis: Salsa Billa Aulia