Ekspresi Diri Anak dalam Buku Cerita Bergambar Berbasis Kisah Pribadi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Kegiatan pembuatan buku cerita bergambar berbasis pengalaman pribadi
menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk
mengekspresikan diri secara lebih bebas dan kreatif. Melalui kegiatan ini,
siswa diajak untuk mengenang kembali pengalaman yang bermakna bagi mereka,
kemudian mengolahnya menjadi sebuah cerita sederhana dengan bahasa yang sesuai
dengan kemampuan mereka. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan menulis,
tetapi juga membangun kepekaan anak dalam memahami perasaan dan pesan yang
ingin disampaikan. Selain itu, penggunaan gambar sebagai pendukung cerita
memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan visual,
imajinasi, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan ide.
Dalam
pelaksanaannya, kegiatan ini dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari
menggali pengalaman, membuat alur sederhana, menggambar tokoh dan latar, hingga
menyusun cerita menjadi buku mini. Siswa juga dapat berbagi karya mereka di
depan teman-teman sebagai bentuk apresiasi dan latihan komunikasi. Kegiatan
semacam ini memberikan ruang bagi keberagaman ekspresi, karena setiap anak
membawa pengalaman dan sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian,
pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses
kreatif yang penuh makna. Kegiatan ini menjadi upaya positif dalam menumbuhkan
kecintaan siswa terhadap literasi sekaligus membangun karakter yang reflektif
dan komunikatif.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono