Generasi Z dan Ketekunan yang Terkikis Perlahan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Generasi Z menjalani kehidupan yang dipenuhi kemudahan dan kecepatan. Banyak proses dipersingkat demi efisiensi. Kebiasaan ini memengaruhi cara memandang belajar. Ketekunan yang membutuhkan waktu lama terasa tidak relevan. Budaya instan membentuk ekspektasi bahwa hasil seharusnya hadir cepat. Ketika kenyataan tidak sesuai, motivasi mudah goyah. Proses panjang dipersepsikan sebagai beban. Ketekunan pun terkikis perlahan tanpa disadari.
Kebiasaan hidup serba cepat mengurangi toleransi terhadap kesulitan. Generasi Z cenderung menghindari tantangan yang menuntut usaha berkelanjutan. Ketika kesulitan muncul, pilihan untuk berhenti terasa masuk akal. Ketekunan tidak diberi ruang untuk berkembang. Proses belajar menjadi rapuh.
Budaya instan juga mengubah cara generasi Z memaknai waktu. Waktu diukur dari seberapa cepat hasil diperoleh. Proses yang lambat dianggap tidak produktif. Padahal waktu adalah unsur penting dalam pembentukan pemahaman. Ketekunan membutuhkan relasi yang sabar dengan waktu.
Selain itu, perhatian generasi Z mudah teralihkan oleh berbagai stimulus. Fokus jangka panjang menjadi sulit dijaga. Ketekunan yang membutuhkan konsentrasi lama terasa melelahkan. Proses belajar sering terhenti sebelum mencapai kedalaman. Akibatnya, pemahaman menjadi dangkal.
Ketekunan yang terkikis juga berdampak pada ketahanan mental. Tanpa latihan bertahan dalam proses sulit, daya juang melemah. Generasi Z menjadi lebih rentan terhadap frustrasi. Ketika tantangan meningkat, kepercayaan diri mudah runtuh. Ketekunan seharusnya menjadi pelindung dalam situasi ini.
Memulihkan ketekunan membutuhkan kesadaran kolektif. Proses perlu dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari hasil. Generasi Z perlu belajar menghargai perjalanan, bukan hanya tujuan. Ketekunan adalah keterampilan yang dapat dilatih secara bertahap.
Jika ketekunan terus terkikis, kualitas belajar akan semakin menurun. Budaya instan perlu diseimbangkan dengan kesabaran. Masa depan generasi Z bergantung pada kemampuan mereka bertahan dalam proses panjang. Ketekunan adalah fondasi utama untuk itu.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah