Pendidikan Moral di Tengah Banjir Informasi dan Polarisasi Opini Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya -
Banjir informasi menjadi ciri utama kehidupan global
saat ini. Arus informasi bergerak cepat dan sering kali tanpa penyaring nilai.
Polarisasi sosial dan politik memperkeruh situasi ini. Opini dibentuk bukan
hanya oleh fakta, tetapi juga oleh emosi dan kepentingan. Dalam kondisi seperti
ini, pendidikan moral memiliki peran krusial. Ia membantu individu memilah
informasi secara etis. Pendidikan moral menanamkan tanggung jawab dalam
menyikapi informasi. Tanpa landasan moral, banjir informasi berubah menjadi banjir
kebencian.
Polarisasi opini sering diperkuat oleh informasi yang
diseleksi secara sepihak. Pendidikan moral mengajarkan pentingnya kejujuran
intelektual. Kejujuran ini menuntut keterbukaan terhadap fakta yang tidak
selalu sejalan dengan keyakinan pribadi. Sikap ini mencegah penguatan
prasangka. Dengan demikian, opini tidak dibangun di atas distorsi.
Pendidikan moral juga menanamkan etika berbagi
informasi. Tidak semua informasi layak disebarluaskan. Ada tanggung jawab moral
di balik setiap tindakan berbagi. Pendidikan moral menegaskan bahwa kebebasan
berekspresi harus diiringi kesadaran dampak sosial. Tanpa kesadaran ini,
informasi menjadi alat polarisasi.
Selain itu, pendidikan moral memperkuat ketahanan
terhadap provokasi. Polarisasi sering memanfaatkan emosi negatif. Pendidikan
moral melatih pengendalian diri dalam merespons informasi. Pengendalian ini
mencegah reaksi impulsif yang memperparah konflik. Mutu respons moral
menentukan kualitas ruang publik.
Pendidikan moral juga mendorong sikap skeptis yang
sehat. Skeptis bukan berarti menolak segala sesuatu, tetapi mempertanyakan
secara kritis. Sikap ini membantu memisahkan fakta dari opini. Dalam banjir
informasi, kemampuan ini menjadi sangat penting. Tanpa skeptisisme sehat,
individu mudah terseret arus polarisasi.
Etika dialog menjadi bagian penting dari pendidikan
moral. Dialog yang etis menghargai perbedaan tanpa menghilangkan prinsip.
Pendidikan moral menanamkan kemampuan berdialog secara bermartabat. Dialog ini
membuka ruang pemahaman di tengah perbedaan tajam.
Pada akhirnya, pendidikan moral menjadi penuntun etis
di tengah banjir informasi dan polarisasi opini global. Ia memastikan bahwa
kebebasan informasi tidak mengorbankan nilai kemanusiaan. Dalam dunia yang
bising, pendidikan moral menghadirkan kejernihan.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah