Geometri dalam Batu: Mengajar Matematika lewat Candi Sumur di Sidoarjo
Penulis: Neni Mariana
Sumber:
images.google.com
Di sebuah sudut Kabupaten Sidoarjo berdiri Candi Sumur,
peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang tampak sederhana dari luar namun
menyimpan kekayaan pengetahuan di dalamnya. Penelitian berjudul “Etnomatematika
Pada Candi Sumur Sebagai Konsep Geometri di Sekolah Dasar” oleh Nabilla
Namira Permata Putri dan Neni Mariana (2022) menghadirkan cara baru untuk
melihat situs budaya ini—bukan hanya sebagai warisan sejarah, tetapi juga
sebagai sumber belajar matematika yang kaya makna.
Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan
metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menelusuri bentuk-bentuk
geometri yang terdapat pada struktur Candi Sumur. Subjek penelitian terdiri
dari juru kunci candi dan guru-guru sekolah dasar dari empat SD di wilayah
Sidoarjo. Dengan memadukan pandangan budaya dan pendidikan, penelitian ini
berupaya menjembatani dunia sejarah dan pembelajaran matematika di kelas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Sumur menyimpan
berbagai unsur geometri yang relevan dengan materi pelajaran sekolah dasar.
Bentuk dasar sumur pada candi menyerupai bangun datar persegi, sementara
struktur tubuh candi menampilkan bentuk balok sebagai bangun ruang. Pada bagian
dinding dan atap, tampak berbagai bentuk bangun datar lain seperti persegi
panjang, trapesium, segitiga, dan jajar genjang. Bahkan di bagian atap,
peneliti menemukan bentuk limas segi empat dan limas terpancung, yang dapat
digunakan untuk memperkenalkan konsep bangun ruang secara kontekstual kepada
siswa.
Lebih dari sekadar analisis bentuk, penelitian ini
menyoroti bagaimana nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam Candi Sumur
dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Guru-guru yang dilibatkan dalam
penelitian menyatakan bahwa konteks budaya seperti ini membuat pembelajaran
matematika lebih hidup dan bermakna. Siswa tidak hanya mempelajari sifat dan
rumus bangun ruang, tetapi juga memahami bahwa matematika hadir di sekitar
mereka—bahkan pada batu bata kuno peninggalan leluhur.
Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan
etnomatematika dalam pembelajaran sekolah dasar. Dengan memanfaatkan konteks
budaya lokal, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang kontekstual,
interaktif, dan menyenangkan. Candi Sumur dapat menjadi media belajar yang
memadukan sejarah, seni arsitektur, dan logika matematika, sehingga siswa
belajar berpikir kritis sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya
sendiri.
Lebih jauh lagi, penelitian ini membuka peluang bagi guru
untuk mengembangkan strategi serupa di daerah lain. Setiap daerah di Indonesia
memiliki kekayaan budaya yang dapat dijadikan sumber pembelajaran matematika.
Dengan demikian, matematika tidak lagi sekadar ilmu abstrak, melainkan jendela
untuk memahami kehidupan dan warisan budaya bangsa.
Sumber Pustaka:
Putri, N.
N. P., & Mariana, N. (2022). Etnomatematika pada Candi Sumur sebagai konsep
geometri di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
10(02).