Google Translate dan Cuaca Besok untuk Pendidikan Sanitasi di Daerah Pesisir
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sekolah Dasar di wilayah pesisir Surabaya meluncurkan program edukasi sanitasi (SDG 6) yang menghubungkan kondisi sanitasi dengan prediksi cuaca besok. Siswa diajarkan bahwa sanitasi yang buruk diperparah oleh cuaca ekstrem, seperti hujan lebat atau gelombang pasang.
Untuk mempermudah pemahaman siswa, guru menggunakan Google Translate untuk mencari dan menerjemahkan infografis kesehatan dari WHO atau sumber internasional lainnya. Istilah-istilah kesehatan lingkungan diterjemahkan ke dalam bahasa lokal yang mudah dicerna, memastikan semua siswa SD mendapatkan akses informasi penting.
Siswa diminta mencatat prediksi cuaca besok dan membuat rencana mitigasi risiko kesehatan. Misalnya, jika cuaca besok hujan deras, mereka harus memastikan saluran air di rumah tidak tersumbat. Google Translate membantu siswa menyusun laporan sederhana tentang upaya sanitasi mandiri mereka.
Penggunaan Google Translate juga penting untuk berkomunikasi dengan orang tua tentang risiko kesehatan yang berkaitan dengan cuaca dan sanitasi. Sekolah mengirimkan peringatan yang sudah diterjemahkan untuk memastikan semua keluarga siap menghadapi potensi penyebaran penyakit di musim hujan.
Inisiatif ini mengintegrasikan kesehatan, lingkungan, dan teknologi (Google Translate) untuk mencapai Pendidikan Berkualitas (SDG 4) yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup lokal. Pemahaman cuaca besok menjadi alat kunci untuk pencegahan dini.
###
Penulis: Anisa Rahmawati