Guru SD Menguatkan Profesionalisme Melalui Pelatihan Berbasis Tantangan Zaman
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Perkembangan teknologi yang melaju cepat tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga mengubah lanskap pembelajaran bagi anak anak. Guru SD menghadapi situasi baru ketika peran pembelajaran tidak lagi sepenuhnya berada di ruang tatap muka. Kondisi ini membuat pelatihan profesional semakin penting agar guru siap menghadapi berbagai kemungkinan perubahan.
Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis namun reflektif. Guru tidak hanya diberi materi, tetapi diajak berdialog tentang pengalaman nyata di lapangan. Banyak yang kemudian menyadari bahwa profesionalisme bukan hanya kemampuan mengajar dengan benar, tetapi kemampuan memahami dinamika sosial yang mempengaruhi anak.
Teknologi digital memberikan potensi besar untuk memperkaya pembelajaran. Melalui pelatihan, guru belajar mengenal aplikasi yang mendukung proses belajar, cara merancang aktivitas interaktif, serta teknik menjaga keseimbangan agar anak tidak jenuh. Kesiapan ini membuat guru lebih percaya diri menghadapi perubahan.
Namun pelatihan tidak berhenti pada aspek teknis. Nilai etika, empati, dan tanggung jawab sosial tetap diberikan ruang besar. Guru diingatkan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan sentuhan kemanusiaan, justru harus memperkuat hubungan emosional dengan anak.
Masalah kesiapan sebagian guru yang masih gagap teknologi tetap menjadi tantangan. Tetapi suasana pelatihan yang ramah dan saling mendukung membuat situasi terasa lebih mudah. Proses belajar bersama membangun rasa kebersamaan yang kuat.
Langkah pelatihan yang berkelanjutan memperlihatkan hasil perlahan. Guru mulai berani mencoba hal baru, lebih kreatif, dan lebih terbuka terhadap kritik. Perubahan ini menandakan lahirnya budaya profesional yang sehat.
Dengan demikian pelatihan guru SD bukan hanya kegiatan rutin, melainkan gerakan pembaruan pemikiran. Kompetensi profesional yang diperkuat menjadi bekal penting agar dunia pendidikan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memimpin perubahan di tengah disrupsi teknologi.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah