Guru Sekolah Dasar di Tengah Beban Administrasi dan Tuntutan Zaman
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru sekolah dasar memegang peran penting dalam membentuk fondasi pendidikan anak. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa guru sering terbebani tugas administratif. Waktu dan energi mereka banyak tersita untuk laporan dan dokumen. Akibatnya, fokus pada pembelajaran anak menjadi berkurang. Kondisi ini menimbulkan kelelahan profesional.
Di tengah perkembangan zaman, guru juga dituntut untuk menguasai teknologi dan pendekatan pembelajaran baru. Pelatihan sering tidak merata dan kurang berkelanjutan. Banyak guru belajar secara mandiri tanpa dukungan sistem yang memadai. Hal ini menciptakan kesenjangan kualitas pembelajaran. Pendidikan dasar membutuhkan sistem pengembangan guru yang lebih berpihak.
Beban kerja guru semakin berat ketika dihadapkan pada kelas yang heterogen. Anak-anak memiliki latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Guru dituntut untuk melakukan diferensiasi pembelajaran. Namun, rasio guru dan siswa sering tidak ideal. Kondisi ini menyulitkan penerapan pembelajaran yang inklusif.
Isu kesejahteraan guru juga masih menjadi persoalan. Guru honorer di sekolah dasar sering menerima upah yang tidak layak. Ketidakpastian status kerja memengaruhi motivasi dan kinerja. Padahal, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kesejahteraan pendidik. Pendidikan dasar membutuhkan kebijakan yang adil bagi guru.
Menguatkan pendidikan dasar berarti menguatkan guru. Administrasi perlu disederhanakan agar guru fokus pada pembelajaran. Pelatihan harus relevan dengan kebutuhan nyata di kelas. Kesejahteraan guru harus menjadi prioritas. Guru yang dihargai akan melahirkan generasi yang berkualitas.
####
Penulis: Aida Meilina