Guru Sekolah Dasar Didorong Terapkan Bahasa Positif di Kelas
Bahasa yang digunakan guru di ruang kelas memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan semangat belajar siswa. Saat ini, banyak sekolah dasar mulai mendorong guru untuk menggunakan bahasa positif dalam berinteraksi dengan anak-anak. Pendekatan ini merupakan bagian dari penerapan growth mindset, yaitu pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran berkelanjutan.
Alih-alih menegur dengan kalimat “kamu salah”, guru kini dilatih untuk menggunakan ungkapan yang lebih mendukung seperti “kamu sudah berusaha dengan baik, ayo coba lagi.” Kalimat sederhana ini terbukti mampu membangun rasa percaya diri siswa dan menciptakan suasana kelas yang lebih hangat dan produktif. Guru tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses belajar yang dilalui setiap anak.
Pelatihan dan pendampingan tentang penggunaan bahasa positif mulai diberikan di berbagai sekolah dasar. Dalam kegiatan tersebut, guru diajak memahami pentingnya memberi umpan balik yang membangun, mendorong siswa untuk berpikir terbuka, serta menumbuhkan keberanian mencoba hal baru. Dengan cara ini, anak-anak lebih berani bertanya, tidak takut berbuat salah, dan memiliki motivasi tinggi untuk terus belajar.
Penerapan bahasa positif diharapkan menjadi budaya baru dalam pembelajaran di sekolah dasar. Ketika guru mampu menanamkan semangat dan optimisme lewat kata-kata yang tepat, siswa akan tumbuh dengan pola pikir yang kuat, penuh percaya diri, dan siap menghadapi tantangan belajar di masa depan.