Hari Guru dan Tantangan Pembelajaran Saat Cuaca Ekstrem di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan iklim membawa dampak nyata pada kehidupan sekolah, terutama bagi peserta didik sekolah dasar yang masih berada pada tahap perkembangan fisik dan emosional yang sensitif. Cuaca ekstrem seperti panas berlebih, hujan berkepanjangan, atau kualitas udara yang memburuk sering mengganggu ritme belajar harian. Pada momentum Hari Guru, isu ini penting direfleksikan agar ruang belajar tetap adaptif terhadap tantangan lingkungan. Guru menjadi garda terdepan dalam memastikan proses belajar tetap berlangsung. Kondisi cuaca kini bukan lagi situasi sementara, melainkan variabel penting dalam pengelolaan pembelajaran.
Dalam konteks pedagogis, cuaca ekstrem dapat mempengaruhi kesiapan belajar atau learning readiness siswa. Suhu panas yang tinggi misalnya dapat menurunkan fokus dan memicu kelelahan kognitif. Sementara hujan ekstrem dapat menghambat kehadiran dan mengubah pola kegiatan belajar mengajar. Pada titik ini, guru perlu melakukan penyesuaian strategi, baik melalui modifikasi aktivitas kelas maupun integrasi teknologi sederhana. Fleksibilitas pedagogis menjadi kompetensi yang semakin relevan.
Selain mengganggu kenyamanan, cuaca ekstrem juga dapat menurunkan motivasi belajar dan aktivitas fisik anak. Padahal, pada tahap usia sekolah dasar, pengalaman belajar yang bermakna sangat terkait dengan eksplorasi dan aktivitas bergerak. Guru perlu mengenali bahwa kondisi cuaca dapat menjadi faktor psikopedagogis yang memengaruhi suasana emosional siswa. Adaptasi aktivitas di dalam kelas perlu dirancang agar tetap stimulatif dan tidak monoton. Dengan begitu, pembelajaran tetap bernilai meskipun ruang gerak terbatas.
Hari Guru menjadi pengingat pentingnya literasi iklim di lingkungan pendidikan dasar. Guru dapat memasukkan konteks cuaca ekstrem sebagai materi pembelajaran yang langsung relevan dengan kehidupan siswa. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan. Integrasi tema lingkungan juga sejalan dengan pembangunan karakter peduli dan tanggung jawab terhadap bumi. Perayaan Hari Guru dapat menjadi momentum meningkatkan kompetensi ekopedagogi guru.
Pada akhirnya, tantangan cuaca ekstrem bukan sekadar kendala teknis, tetapi sebuah realitas baru yang harus dikelola secara serius. Guru memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan proses belajar sekaligus menyiapkan generasi yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Hari Guru menjadi saat reflektif untuk merayakan ketangguhan para pendidik menghadapi dinamika zaman. Dengan dukungan sekolah dan kebijakan yang tepat, pembelajaran tetap dapat berlangsung inklusif dan bermakna. Guru tetap menjadi penguat utama dalam setiap kondisi.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari