Hari Ibu Mendorong Terbangunnya Komunikasi Positif dalam Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Peringatan Hari Ibu dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi positif antara anak dan keluarga dalam konteks pendidikan dasar. Komunikasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan belajar dan karakter anak. Anak yang terbiasa berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua, khususnya ibu, cenderung lebih nyaman menyampaikan pendapat dan perasaannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi positif antara ibu dan anak dapat terbangun melalui kebiasaan sederhana, seperti berbincang tentang kegiatan sekolah, mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, serta memberikan respon yang penuh empati. Pola komunikasi ini membantu anak merasa dihargai dan dipahami, sehingga kepercayaan diri anak dalam berinteraksi juga semakin berkembang.
Bagi anak sekolah dasar, kemampuan berkomunikasi secara terbuka sangat berpengaruh terhadap kesiapan belajar di sekolah. Anak yang terbiasa berdialog di rumah akan lebih berani bertanya kepada guru, mengemukakan pendapat saat diskusi, dan menjalin hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi di keluarga memiliki dampak langsung terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Sekolah dapat memanfaatkan peringatan Hari Ibu sebagai sarana refleksi bagi siswa tentang pentingnya komunikasi yang baik dengan orang tua. Guru dapat mengajak siswa melakukan kegiatan menulis pesan, berbagi cerita, atau diskusi ringan tentang peran ibu dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini membantu menumbuhkan rasa hormat, keterbukaan, dan sikap saling menghargai.
Jika dikaitkan dengan SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, penguatan komunikasi positif antara anak dan keluarga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diperkuat melalui hubungan yang sehat antara anak dan orang tua. Melalui pemaknaan Hari Ibu, pendidikan dasar dapat berjalan lebih efektif dan bermakna bagi perkembangan anak.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa