Hujan Deras dan Genangan Air: Kewaspadaan Terhadap Penyakit Kulit di Sekolah
Hujan Deras dan Genangan Air: Kewaspadaan Terhadap Penyakit Kulit di Sekolah
Musim hujan yang disertai hujan deras dan genangan air sering kali membawa dampak terhadap kesehatan anak-anak sekolah dasar. Salah satu risiko yang kerap muncul adalah penyakit kulit, seperti gatal, jamur, atau infeksi akibat kontak dengan air kotor. Anak-anak yang bermain atau berjalan melewati genangan air tanpa perlindungan yang memadai dapat mengalami iritasi kulit yang berlanjut menjadi masalah kesehatan lebih serius. Karena itu, sekolah dan orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan dan kesehatan kulit anak di musim hujan.
Air yang menggenang di halaman atau selokan sekitar sekolah biasanya mengandung banyak kotoran dan bakteri. Ketika anak tidak sengaja terkena air tersebut, kulit dapat menjadi lembap dalam waktu lama, memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Kondisi ini sering diperparah jika anak tetap memakai kaus kaki atau sepatu yang basah selama di kelas. Guru perlu mengingatkan siswa untuk segera mengganti pakaian dan sepatu yang terkena air hujan agar tidak menimbulkan rasa gatal atau iritasi.
Sekolah juga memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran penyakit kulit. Membersihkan area bermain, halaman sekolah, dan saluran air secara rutin dapat mengurangi risiko genangan. Guru dapat menjadikan kegiatan bersih lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran karakter, sehingga anak-anak terbiasa menjaga kebersihan sekolah. Selain itu, sekolah bisa menyiapkan tempat khusus untuk menjemur sepatu atau pakaian basah agar anak tidak merasa tidak nyaman selama belajar.
Peran orang tua pun sangat penting dalam menjaga kebersihan kulit anak selama musim hujan. Pastikan anak menggunakan sabun antibakteri saat mandi, terutama setelah kehujanan atau bermain di luar rumah. Pakaian yang sudah basah sebaiknya segera dicuci dan dijemur hingga benar-benar kering sebelum dipakai kembali. Orang tua juga dapat mengoleskan pelembap atau bedak antiseptik agar kulit anak tetap kering dan terhindar dari iritasi akibat kelembapan tinggi.
Selain penyakit kulit, kondisi lembap juga dapat memicu alergi atau infeksi jamur di sela-sela jari kaki dan tangan. Jika anak mengeluhkan rasa gatal atau muncul ruam merah di kulit, segera periksakan ke tenaga kesehatan agar mendapat penanganan yang tepat. Sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kebersihan dan kesehatan anak, terutama di masa musim hujan. Langkah preventif lebih baik dilakukan sejak dini sebelum kondisi kulit anak memburuk.
Menjaga kesehatan kulit anak di musim hujan bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga komunitas sekolah secara keseluruhan. Dengan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, anak-anak akan lebih terlindungi dari berbagai penyakit akibat air dan cuaca lembap. Kesadaran ini perlu dibangun secara berkelanjutan agar anak tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat yang kuat, bahkan ketika menghadapi tantangan perubahan cuaca ekstrem sekalipun.