Implementasi Canva sebagai Media Representasi Visual dalam Proyek Pembelajaran Berbasis Desain di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Canva memberikan peluang besar bagi pembelajaran visual di sekolah dasar, terutama dalam konteks proyek berbasis desain. Platform ini memungkinkan siswa membuat poster, infografis, dan ilustrasi melalui antarmuka yang mudah diakses. Kemampuan untuk menghasilkan representasi visual ini sangat penting dalam dunia pendidikan modern yang menempatkan visualisasi sebagai bagian dari literasi multimodal. Melalui Canva, siswa dapat belajar bagaimana ide, gambar, dan teks saling berinteraksi untuk menyampaikan pesan.
Penggunaan Canva dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran SBdP, bahasa Indonesia, hingga IPA. Misalnya, siswa dapat diminta membuat poster tentang daur air, peta konsep bacaan, atau ilustrasi tokoh cerita. Proses mendesain ini mengembangkan keterampilan visual reasoning dan creative communication. Anak belajar bahwa desain bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang bagaimana menyusun informasi secara efektif. Guru berperan mengarahkan siswa untuk mempertimbangkan kejelasan pesan yang ingin disampaikan.
Dalam konteks pembelajaran proyek, Canva memfasilitasi kerja kolaboratif. Siswa dapat berbagi tugas seperti memilih warna, menentukan gambar, atau menulis teks. Proses ini mengembangkan keterampilan sosial seperti negosiasi, komunikasi, dan tanggung jawab. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa terlibat dalam proses kreatif yang menghasilkan produk nyata. Hal ini sejalan dengan pendekatan project-based learning dalam Kurikulum Merdeka.
Selain itu, Canva dapat menjadi alat asesmen alternatif yang menilai kemampuan siswa dalam mengorganisasi informasi, mengelola ruang visual, dan menggunakan simbol. Guru dapat menilai baik proses maupun hasil, sehingga memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang perkembangan siswa. Asesmen semacam ini lebih autentik dibandingkan sekadar tes tertulis. Siswa pun mendapatkan kesempatan mengekspresikan pemahaman mereka secara lebih variatif.
Dengan implementasi yang tepat, Canva menjadi sarana penguatan literasi visual sekaligus media pengembangan kreativitas. Pengalaman membuat karya digital membantu siswa merasa lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide dan gagasan. Pembelajaran pun bergerak menuju model yang lebih inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Pendidikan dasar dapat memanfaatkan peluang ini untuk menyiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin visual dan digital.
Penulis: Arumita Wulan Sari
Sumber: Google