Inisiatif SDGs Pendidikan Dasar Hidupkan Grup Diskusi Sehat untuk Cegah Penyakit Sejak Dini
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Grup diskusi sehat mulai dibentuk sebagai sarana tukar informasi.
Siswa memanfaatkannya untuk memahami cara menjaga tubuh. Kegiatan ini berfokus
pada upaya pencegahan penyakit sejak usia dini.
Program
tersebut muncul dari kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya risiko
penyakit ringan pada anak seperti flu, demam, dan infeksi saluran pernapasan.
Melalui ruang diskusi sederhana yang mudah diakses, siswa dapat saling berbagi
cerita tentang kebiasaan sehat di rumah dan lingkungan sekitar. Informasi dasar
seperti pentingnya mencuci tangan, membawa botol minum sendiri, hingga menjaga
kebersihan alat tulis menjadi topik awal yang paling sering dibahas.
Inisiatif
ini turut mendukung SDGs tujuan 3 Kesehatan yang Baik, khususnya pada
upaya memperkuat literasi kesehatan anak sejak tingkat sekolah dasar. Dengan
bahasa yang ringan dan mudah dipahami, berbagai istilah seperti pola hidup
bersih, imunitas, dan penularan penyakit diuraikan agar siswa dapat
menghubungkannya dengan pengalaman sehari hari. Pendekatan ini membuat topik
kesehatan tidak lagi terasa rumit atau menakutkan.
Beberapa
siswa mulai mengamati pola sederhana yang dapat memengaruhi kesehatan mereka.
Misalnya kebiasaan jajan sembarangan, terlalu lama bermain di luar tanpa minum,
atau tidak mengganti masker saat sudah lembap. Temuan kecil semacam ini
kemudian dibahas bersama dalam grup untuk mencari solusinya. Anak anak terlihat
antusias karena merasa pendapat mereka dihargai.
Grup
belajar tersebut juga memberi kesempatan bagi siswa untuk mengenal sumber
informasi yang tepercaya. Mereka diarahkan untuk membandingkan isi artikel
pendek atau poster kesehatan dari berbagai negara menggunakan fitur terjemahan.
Cara ini memperlihatkan bahwa pencegahan penyakit merupakan isu global yang
diperjuangkan banyak pihak, bukan hanya sekolah atau keluarga.
Selain
menjadi tempat bertukar informasi, grup ini berkembang menjadi ruang dukungan
moral. Siswa saling mengingatkan jika ada kebiasaan yang kurang baik, misalnya
lupa membawa tisu atau jarang mencuci botol minum. Cara penyampaian mereka
tetap ramah sehingga suasana diskusi tidak terasa menghakimi. Kebiasaan saling
mengingatkan ini dinilai sebagai salah satu bentuk praktik nilai SDGs
Pendidikan Dasar.
Muncul
harapan bahwa ruang diskusi seperti ini dapat memperluas kebiasaan baik di luar
grup. Ketika siswa merasa memiliki wadah yang aman untuk berbagi, mereka lebih
terbuka terhadap perubahan positif dan lebih mudah menularkan perilaku sehat
kepada teman lain. Dalam jangka panjang, inisiatif sederhana ini dapat menjadi
fondasi literasi kesehatan yang kuat bagi generasi muda.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono