Inovasi Pendidikan Dasar Pasca-Pandemi: Menjadikan WhatsApp Web sebagai Jembatan Fleksibel Blended Learning SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Periode pandemi telah mengubah lanskap pendidikan secara fundamental, mendorong adopsi teknologi yang masif. Kini, di era pasca-pandemi, Sekolah Dasar (SD) sedang bergerak menuju model blended learning (pembelajaran campuran), dan WhatsApp Web memainkan peran krusial sebagai jembatan yang fleksibel antara kegiatan tatap muka di kelas dan penugasan digital di rumah. Platform ini memungkinkan kesinambungan pembelajaran dan pertukaran informasi tanpa hambatan waktu atau lokasi.
Dalam model blended learning, WhatsApp Web yang diakses melalui desktop berfungsi sebagai hub utama untuk review dan pengayaan materi. Guru dapat menggunakan WA Web untuk mengirimkan ringkasan singkat dari pelajaran yang baru disampaikan di kelas, memastikan siswa dan orang tua memahami konsep inti yang harus diperkuat di rumah. Ini adalah cara yang efisien untuk menyediakan sumber daya tambahan, seperti link ke video YouTube edukasi atau file latihan interaktif, tanpa perlu menginvestasikan pada Learning Management System (LMS) yang mahal dan kompleks.
Fleksibilitasnya juga terlihat dalam pengelolaan sesi asynchronous (pembelajaran tidak langsung). Ketika siswa SD sedang berada di rumah, guru dapat menggunakan WhatsApp Web untuk memantau kemajuan mereka dalam menyelesaikan proyek. Mereka dapat mengirimkan checkpoint berupa pertanyaan singkat atau meminta siswa mengunggah foto kemajuan pekerjaan. Pengelolaan respons yang masuk secara terorganisir melalui desktop memungkinkan guru untuk memberikan umpan balik individual yang spesifik, sesuatu yang seringkali sulit dilakukan dalam sesi tatap muka penuh.
Lebih lanjut, penggunaan WhatsApp Web memperkuat inklusivitas. Siswa yang harus absen karena sakit atau urusan keluarga dapat tetap mengakses semua materi dan pengumuman yang disampaikan di kelas. Guru dapat dengan mudah mengarsip materi di desktop dan mengirimkannya kembali kepada orang tua siswa yang tertinggal. Ini memastikan bahwa meskipun pembelajaran dicampur, tidak ada siswa yang tertinggal atau terputus dari alur kurikulum utama.
Secara keseluruhan, WhatsApp Web telah melewati peran daruratnya selama PJJ dan kini menjadi komponen integral dari strategi blended learning SD. Dengan kemudahan akses, efisiensi distribusi konten dari desktop, dan kemampuan komunikasi real-time, platform ini membantu sekolah dasar menciptakan lingkungan belajar yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.