Integrasi Canva, YouTube, dan Terjemahan dalam Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Integrasi Canva, YouTube, dan bahan terjemahan memberikan peluang besar untuk meningkatkan literasi bahasa di sekolah dasar. Masing-masing media memiliki keunggulan yang saling melengkapi dalam mendukung pembelajaran modern. Canva menyediakan visualisasi menarik, YouTube menghadirkan audio-visual dinamis, dan terjemahan memperkuat pemahaman konsep lintas bahasa. Ketiganya memungkinkan pembelajaran lebih multimodal. Pendekatan multimodal ini sangat efektif untuk anak usia sekolah dasar.
Guru dapat memulai dengan membuat materi visual menggunakan Canva, seperti poster kosakata atau cerita bergambar. Poster ini kemudian dipadukan dengan video YouTube yang relevan untuk memperkaya konteks bahasa. Melalui kombinasi ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih konkret. Visualisasi mempermudah proses internalisasi kosakata baru. YouTube menjadi pelengkap melalui penguatan fonologi dan konteks penggunaan bahasa.
Proses terjemahan juga memiliki peran penting dalam pembelajaran bahasa dasar. Guru dapat meminta siswa menerjemahkan teks singkat dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Latihan ini mengembangkan keterampilan berpikir analitis dan kepekaan terhadap struktur bahasa. Hasil terjemahan dapat diolah menjadi karya visual di Canva. Ini memberi nilai tambah karena siswa melihat produk belajar mereka menjadi lebih menarik.
Selain itu, integrasi tiga media ini mendukung beragam gaya belajar siswa. Siswa auditori terbantu melalui video YouTube, siswa visual terfasilitasi melalui Canva, dan siswa verbal melalui kegiatan terjemahan. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih inklusif. Keterlibatan siswa meningkat karena mereka belajar melalui berbagai saluran sensorik. Ini menjadikan kelas lebih aktif dan responsif.
Integrasi Canva, YouTube, dan terjemahan menawarkan model pembelajaran yang kreatif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Guru dapat terus mengembangkan variasi aktivitas dan proyek siswa. Dengan pendekatan multimodal, pembelajaran bahasa menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga mengembangkan keterampilan digital yang penting. Model ini layak dikembangkan sebagai strategi pembelajaran masa depan.
####
Penulis: Aida Meilina
Sumber: ChatGPT Image Generator by OpenAI.