Integrasi Doa Buka Puasa Rajab dalam Pendidikan Dasar Dukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas. Salah satu praktik yang kini banyak dilakukan sekolah adalah mengintegrasikan doa buka puasa Rajab ke dalam pembelajaran. Tradisi keagamaan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai spiritual sekaligus membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan.
Doa buka puasa Rajab diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar melalui pembelajaran agama yang komunikatif dan interaktif. Guru tidak hanya mengajarkan bacaan doa, tetapi juga mengajak siswa mendiskusikan maknanya. Anak-anak belajar bahwa doa merupakan wujud rasa syukur dan kesadaran akan keterbatasan manusia, nilai yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang rendah hati dan bertanggung jawab.
Pembelajaran ini selaras dengan prinsip SDGs yang menekankan pendidikan inklusif dan berkeadilan. Semua siswa, tanpa memandang latar belakang sosial, diajak terlibat dalam kegiatan keagamaan secara bersama-sama. Hal ini menumbuhkan rasa kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai di lingkungan sekolah dasar.
Doa buka puasa Rajab juga menjadi pintu masuk pembelajaran nilai empati yang berkaitan dengan SDGs 10 tentang pengurangan kesenjangan. Guru mengajak siswa memahami kondisi orang-orang yang kekurangan makanan, sehingga anak-anak terdorong untuk berbagi. Dengan demikian, doa tidak hanya berhenti pada aspek ritual, tetapi juga melahirkan aksi nyata dalam kehidupan sosial.
Melalui integrasi doa buka puasa Rajab dalam pendidikan dasar, sekolah berkontribusi pada pencapaian SDGs secara konkret. Pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga individu yang beriman, peduli, dan siap menjadi bagian dari masyarakat global yang berkelanjutan.
###
Penulis: Salsa Billa Aulia